Kenapa Ongkir Mahal? Ini Penjelasan Simpelnya

Pernah gak sih kamu kaget pas melihat biaya pengiriman (ongkir mahal) yang ternyata malah lebih mahal dari barangnya sendiri? Aku yakin hampir semua orang pernah ngalami hal ini, dan pasti pernah bilang dalam hati, “Kok bisa semahal ini? Kan cuma urus kirim-kirim doang!”

Kenapa sih ongkir bisa jadi semahal itu. Ternyata ada banyak faktor yang bikin harganya naik-turun, dan bukan semata-mata perusahaan kurir yang mau ambil untung besar. 

Faktor 1: Jarak Pengiriman adalah Raja

Faktor paling utama yang mempengaruhi besarnya ongkir adalah jarak dari lokasi pengirim ke penerima. Ini logika yang sangat sederhana, actually. Semakin jauh jaraknya, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan, semakin banyak waktu yang terbuang, dan semakin besar pula risiko yang dihadapi oleh kurir.

Misalnya, kalau kamu mengirim barang dari Jakarta ke Bandung yang jaraknya sekitar 180 kilometer, tentunya akan lebih murah dibanding mengirim dari Jakarta ke Papua yang jaraknya bisa ribuan kilometer. Perjalanan jauh membutuhkan lebih banyak resource, lebih banyak waktu, dan lebih banyak biaya operasional yang harus ditanggung.

Bahkan, kalau kamu mengirim ke daerah yang sangat terpencil atau pulau-pulau terpencil, harganya bisa jauh lebih mahal lagi. Bayangkan saja, kurir harus naik kapal atau pesawat untuk sampai ke sana. Biaya tersebut tentu akan ditambahkan ke harga ongkir. Jadi, jarak bukan hanya sekadar angka, tapi juga investasi besar-besaran bagi perusahaan kurir!

Faktor 2: Berat dan Ukuran Barang

Faktor kedua yang penting adalah berat dan ukuran barang yang kamu kirim. Semakin berat dan semakin besar barangnya, semakin mahal pula ongkirnya. Mengapa? Karena ada beberapa alasan logis di balik ini.

Baca juga: AI untuk Logistik: Contoh Penggunaan yang Paling Efektif

Pertama, barang yang berat dan besar membutuhkan lebih banyak tempat di dalam kendaraan pengiriman. Dengan kata lain, efisiensi pengiriman jadi berkurang. Kalau paket kamu menghabiskan setengah dari kapasitas mobil, tentu biayanya akan lebih tinggi dibanding paket kecil yang hanya butuh sedikit tempat.

Kedua, handling atau penanganan barang yang besar dan berat membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Mungkin kurir harus meminta bantuan orang lain untuk mengangkat barang, atau bahkan membutuhkan peralatan khusus. Semua itu tentunya biaya tambahan.

Ketiga, barang yang berat dan besar mempunyai risiko kerusakan yang lebih tinggi. Perusahaan kurir harus ekstra hati-hati dan mungkin perlu memberikan asuransi tambahan. Risiko yang lebih besar berarti mereka harus charge lebih mahal untuk menutupi potensi kerugian.

Jadi, kalau kamu mengirim barang kecil seperti handphone atau dokumen, ongkirnya akan jauh lebih murah dibanding mengirim lemari atau mesin cuci!

ongkir mahal

Faktor 3: Biaya Operasional Perusahaan Kurir

Mungkin kamu tidak sadar, tapi perusahaan kurir punya banyak biaya operasional yang harus ditanggung setiap harinya. Biaya-biaya ini tentu akan mempengaruhi harga ongkir yang mereka tawarkan.

Pertama, ada biaya gaji karyawan. Perusahaan kurir harus membayar gaji kurir, staff admin, customer service, dan karyawan lainnya. Gaji mereka tentunya harus kompetitif agar mereka bekerja dengan baik dan tidak pindah ke perusahaan lain. Ini biaya yang besar, lho!

Kedua, ada biaya bahan bakar. Kendaraan pengiriman harus beroperasi setiap hari, dan bahan bakar pun terus naik harganya, terutama kalau harga minyak dunia melonjak. Biaya bahan bakar yang membengkak akan membuat perusahaan terpaksa menaikkan harga ongkir mahal.

Ketiga, ada biaya pemeliharaan kendaraan. Motor, mobil pickup, dan truk yang digunakan untuk pengiriman harus dirawat secara teratur. Ada biaya service, ganti oli, ganti ban, dan perbaikan lainnya yang bisa biayanya lumayan besar.

Keempat, ada biaya sewa gudang atau tempat penyimpanan paket. Perusahaan kurir membutuhkan tempat untuk menyimpan dan mengatur paket-paket sebelum dikirim. Sewa lokasi yang strategis dan luas tentunya tidak murah.

Kelima, ada biaya untuk asuransi, pajak, perizinan, dan biaya-biaya lainnya yang mungkin tidak terlihat tapi sangat signifikan. Semua biaya ini harus ditanggung oleh perusahaan, dan akhirnya harga ongkir akan naik untuk menutupi semua pengeluaran tersebut.

Faktor 4: Letak Geografis dan Aksesibilitas

Ini adalah faktor yang sering overlooked tapi sangat penting. Letak geografis dari lokasi pengiriman sangat mempengaruhi berapa besar ongkir yang harus dibayar.

Misalnya, kalau kamu mengirim ke daerah perkotaan yang sudah terkoneksi dengan baik oleh jalan raya dan sudah banyak agen kurir, ongkirnya akan lebih murah. Tapi kalau kamu mengirim ke daerah rural atau pegunungan yang jalannya sempit, berkelok-kelok, dan sulit dijangkau, ongkirnya akan jauh lebih mahal.

Bahkan, kalau alamat penerima berada di pulau terpencil atau area yang tidak terjangkau oleh jalan darat, perusahaan kurir mungkin harus menggunakan kapal atau pesawat untuk pengiriman. Biaya transportasi alternatif ini tentu saja sangat mahal, dan akan langsung mencerminkan harga ongkir yang tinggi.

Jadi, lokasi geografis memang sangat berpengaruh. Tidak heran kalau teman kamu yang tinggal di pusat kota bayar ongkir murah, tapi teman yang tinggal di daerah pinggiran atau terpencil harus bayar mahal.

Baca juga: Cold Chain Logistics dan Tantangannya di Indonesia

Faktor 5: Tipe Layanan Pengiriman

Ada berbagai tipe layanan pengiriman yang ditawarkan oleh perusahaan kurir, dan harganya berbeda-beda. Semakin cepat dan premium layanannya, semakin mahal pula ongkirnya.

Misalnya, layanan regular atau standar biasanya lebih murah karena barang tidak perlu terburu-buru. Paket bisa dikirim dalam waktu tiga sampai lima hari kerja. Tapi kalau kamu mau pengiriman same-day atau next-day, harganya akan jauh lebih mahal karena kurir harus bekerja extra cepat dan extra terstruktur.

Selain itu, ada juga layanan premium dengan asuransi penuh, tracking real-time, dan prioritas handling. Layanan-layanan eksklusif ini tentu lebih mahal karena kualitas dan keamanannya lebih terjamin.

Jadi, tipe layanan yang kamu pilih akan sangat mempengaruhi berapa harga ongkir mahal yang harus kamu bayar!

Faktor 6: Inflasi dan Fluktuasi Harga Bahan Bakar

Ini adalah faktor eksternal yang diluar kontrol perusahaan kurir. Kalau harga bahan bakar naik, otomatis biaya operasional kurir akan naik, dan akhirnya mereka terpaksa menaikkan harga ongkir mahal.

Begitu juga dengan inflasi. Kalau kondisi ekonomi mengalami inflasi, harga segala sesuatu akan naik, termasuk gaji karyawan, sewa gudang, dan biaya-biaya lainnya. Perusahaan kurir terpaksa menaikkan harga ongkir mahal untuk tetap bisa beroperasi dan memberikan layanan yang baik.

Jadi, kadang kala kenaikan harga ongkir bukan karena perusahaan kurir yang rakus, tapi memang karena kondisi ekonomi yang tidak stabil dan bahan bakar yang terus naik harganya.

ongkir mahal

Faktor 7: Permintaan Pasar dan Musiman

Faktor lain yang mempengaruhi harga ongkir mahal adalah permintaan pasar. Saat musim liburan atau momen-momen penting seperti hari raya, ulang tahun, atau flash sale, permintaan pengiriman barang meningkat drastis. Ketika demand tinggi, perusahaan kurir bisa menaikkan harga karena banyak orang yang willing to pay lebih tinggi demi mendapatkan layanan.

Sebaliknya, saat permintaan rendah, mereka mungkin akan menurunkan harga untuk menarik lebih banyak pelanggan. Ini adalah prinsip ekonomi dasar: supply dan demand!

Baca juga: Cara Menekan Biaya Pengiriman di Awal Tahun 2026

Faktor 8: Kompetisi Antar Perusahaan Kurir

Walaupun ada banyak faktor yang membuat ongkir mahal, kompetisi antar perusahaan kurir juga berperan penting. Semakin banyak pilihan kurir, semakin besar tekanan untuk menurunkan harga agar bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Di zaman sekarang, ada banyak pilihan kurir seperti JNE, Pos Indonesia, J&T, Lion Parcel, Gojek, Grab, dan masih banyak lagi. Kompetisi yang ketat ini sebenarnya menguntungkan konsumen karena harga akan terus dipantau dan disesuaikan.

Tapi tetap saja, ada batas minimum harga yang tidak bisa diturunkan lagi karena ada biaya operasional yang harus ditanggung. Jadi, tidak semua ongkir bisa dinego atau diminta diskon besar-besaran.

Tips Agar Ongkir Tidak Terlalu Mahal

Sudah tahu kan kenapa ongkir mahal? Nah, sekarang aku mau kasih tips-tips biar kamu bisa menghemat biaya pengiriman:

Pilih Layanan Regular Bukan Express

Kalau tidak ada urgensi, pilih layanan regular yang biasanya lebih murah. Paket masih sampai dengan aman, hanya saja agak lama.

Cek Berbagai Pilihan Kurir

Jangan langsung memilih kurir yang pertama. Bandingkan harga dari berbagai kurir untuk menemukan yang paling murah.

Paket Lebih Rapi dan Efisien

Kemasan yang lebih rapi dan efisien bisa mengurangi ukuran paket, sehingga ongkir bisa lebih murah.

Manfaatkan Program Gratis Ongkir

Banyak toko online atau platform e-commerce yang menawarkan promo gratis ongkir atau potongan ongkir. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya!

Kirim Dalam Jumlah Banyak

Kalau bisa, kirim barang dalam jumlah banyak dalam satu paket. Biasanya, ada diskon untuk pengiriman dalam jumlah besar.

Kenapa Ongkir Mahal

Jadi, ongkir mahal itu bukan semata-mata karena perusahaan kurir yang mau ambil untung besar. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari jarak, berat barang, biaya operasional, letak geografis, hingga kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Memahami faktor-faktor ini akan membuat kamu lebih bijak dalam memilih layanan pengiriman dan tidak langsung kesal ketika melihat biaya ongkir mahal yang tinggi. Malah, kamu bisa menghargai kerja keras kurir dan perusahaan yang menjamin paket kamu sampai dengan selamat!

Jadi, sekarang kamu sudah tahu kenapa ongkir bisa jadi semahal itu, kan? Semoga artikel ini membantu kamu memahami situasi lebih baik. Selamat berbelanja dan mengirim paket, ya! Cheers! 

5/5 - (1 vote)

Sleman

Gunung Kidul

Bantul

Jogja

Bangkalan

Pamekasan

Banyuwangi

Bondowoso

Situbondo

Jember

Atambua

Kefamenanu

Kupang

Soe

Lembata

Adonara

Larantuka

Maumere

Ende

Nagekeo

Bolaang Mongondow

Tahunan

Tondano

Tomohon

Kota Mubago

Bitung

Gorontalo

Kolaka

Konawe Selatan

Tojo Una-una

Maba

Weda

Bacan

Weda

Tidore

Tobelo

Jailolo

Ternate

Tual

Tiakur

Aimas

Papua

Raja Ampat

Sorong

Bintuni

Manokwari

Kaimana

Fakfak

Serui

Sentani