Jenis-Jenis Truk dan Fungsinya 2026

Jenis jenis Truk – Kalau kamu sering lihat truk melintas di jalan tapi nggak tahu namanya apa dan buat apa — atau kamu lagi cari info buat keperluan bisnis, logistik, atau sekadar penasaran — artikel ini cocok banget buat kamu!

Truk adalah tulang punggung dunia logistik dan distribusi barang di Indonesia. Dari warung kelontong sampai pabrik besar, dari gang sempit sampai jalan tol lintas provinsi — semua bergantung pada berbagai jenis truk yang punya ukuran dan kemampuan yang berbeda-beda. Nggak heran kalau jenis truknya sendiri sangat beragam!

Jenis-jenis truk dan fungsinya secara lengkap dan detail — mulai dari truk ringan, truk sedang, sampai truk berat kelas raksasa. 

Apa Itu Truk dan Mengapa Penting?

Sebelum masuk ke jenisnya, pahami dulu ya. Truk adalah kendaraan bermotor beroda empat atau lebih yang dirancang khusus untuk mengangkut barang — bukan penumpang. Yang membedakannya dari mobil biasa adalah bak atau kontainernya yang jauh lebih besar dan kemampuannya membawa beban yang jauh lebih berat.

Truk modern juga sering dilengkapi berbagai fitur khusus sesuai kebutuhan: sistem pendingin untuk produk beku, bak hidrolik untuk material curah, atau rangka khusus untuk muatan over-dimension. Intinya, ada truk untuk hampir setiap kebutuhan pengiriman yang bisa kamu bayangkan!

Di Indonesia, regulasi angkutan barang diatur oleh Kementerian Perhubungan, dan setiap jenis truk punya batas GVW (Gross Vehicle Weight) atau berat kendaraan maksimal yang harus dipatuhi. Kelebihan muatan bukan cuma melanggar hukum, tapi juga berbahaya dan merusak kendaraan.

Klasifikasi Truk Berdasarkan Kapasitas

Secara umum, truk di Indonesia bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kategori besar:

Truk Ringan (Light-Duty Truck): Kapasitas 1–5 ton, cocok untuk pengiriman dalam kota dan jarak pendek.

Truk Sedang (Medium-Duty Truck): Kapasitas 5–16 ton, ideal untuk distribusi antar kota dan industri menengah.

Truk Berat (Heavy-Duty Truck): Kapasitas di atas 16 ton hingga lebih dari 60 ton, digunakan untuk logistik berskala besar, pertambangan, dan konstruksi.

Sekarang, mari kita bahas satu per satu jenis truk yang paling umum ditemui di Indonesia!

Baca juga: Pengiriman Lama Bikin Customer Kabur? Ini Solusinya!

1. Truk Pick Up

Kategori: Truk Ringan Jumlah Roda: 4 roda (2 sumbu) Kapasitas Muatan: 1–1,5 ton Volume Bak: Sekitar 1 CBM (Pick Up biasa) hingga 6 CBM (Pick Up Bak)

Ini adalah jenis truk paling kecil dan paling banyak ditemui di jalanan Indonesia. Bentuknya sederhana — kabin tertutup di depan dan bak terbuka di belakang. Karena ukurannya yang ringkas, pick up sangat lincah dan bisa masuk ke jalan-jalan kecil yang tidak bisa dilalui truk yang lebih besar.

Fungsi dan kegunaan: Di Indonesia, ada dua varian pick up yang paling populer. Pertama adalah Gran Max Pick Up yang sering dipakai oleh jasa pengiriman ekspedisi untuk mengantar paket. Kedua adalah Carry Pick Up yang lebih sering digunakan untuk mengangkut barang pindahan atau hasil pertanian dalam jarak tidak terlalu jauh.

Secara umum, pick up sangat cocok untuk: pengiriman paket dan dokumen dalam kota, mendistribusikan barang dagangan ke warung-warung, mengangkut hasil panen skala kecil, dan keperluan usaha kecil menengah yang butuh kendaraan niaga terjangkau.

Kelebihan: Hemat BBM, mudah parkir, biaya operasional rendah, bisa masuk gang sempit. Kekurangan: Kapasitas kecil, muatan tidak terlindung dari cuaca (kecuali versi box).

2. Truk Engkel (CDE — Colt Diesel Engkel)

Kategori: Truk Ringan–Sedang Jumlah Roda: 4 roda (2 sumbu — 2 roda depan, 2 roda belakang) Kapasitas Muatan: 3–5 ton Volume Bak: Sekitar 8–10 CBM

Naik satu tingkat dari pick up, truk engkel atau CDE adalah truk berukuran sedang-kecil yang sangat populer untuk distribusi barang di dalam kota maupun antar kota jarak dekat. Perbedaan utama dari pick up adalah ukuran baknya yang jauh lebih besar dan kemampuannya membawa beban yang lebih berat.

Nama “engkel” berasal dari kata single — merujuk pada konfigurasi rodanya yang masih single (satu roda per sisi di belakang), berbeda dari CDD yang double.

Fungsi dan kegunaan: Truk engkel sangat fleksibel karena bisa dilengkapi berbagai jenis karoseri — bak terbuka, box tertutup, hingga refrigerated box untuk barang yang butuh suhu tertentu. Ini membuatnya cocok untuk distribusi produk makanan dan minuman dari pabrik ke distributor lokal, pengiriman bahan baku ke pabrik-pabrik kecil, pendistribusian furnitur dan peralatan rumah tangga, dan pengiriman barang retail dalam jumlah sedang.

Kelebihan: Lebih bertenaga dari pick up, fleksibel dengan berbagai karoseri, biaya operasional masih terjangkau. Kekurangan: Kapasitas terbatas untuk pengiriman skala besar.

jenis jenis truk

3. Truk CDD (Colt Diesel Double)

Kategori: Truk Sedang Jumlah Roda: 6 roda (2 sumbu — 2 roda depan, 4 roda belakang) Kapasitas Muatan: 5–7 ton Volume Bak: 12–15 CBM, bisa hingga 30 CBM untuk versi CDD Long

Truk CDD adalah “kakak” dari truk engkel. Secara penampilan hampir sama, tapi perbedaan paling mencolok ada di roda belakang — CDD menggunakan 4 roda di belakang (2 per sisi), berbeda dari engkel yang hanya 2. Konfigurasi ini membuat CDD jauh lebih kuat dan stabil saat membawa muatan berat.

Panjang bodi CDD berkisar 5–6 meter dengan lebar rata-rata 2,1 meter. Ada juga versi CDD Long yang baknya diperpanjang sehingga volume muatannya bisa mencapai 30 CBM.

Fungsi dan kegunaan: CDD adalah favorit para pelaku bisnis logistik menengah. Truk ini banyak dipakai untuk distribusi barang skala menengah hingga besar seperti logistik perusahaan manufaktur, bahan makanan dalam jumlah besar, barang dagangan ritel yang perlu didistribusikan ke banyak toko, dan pengiriman furnitur atau peralatan rumah tangga dalam jumlah lebih banyak.

Kelebihan: Kapasitas lebih besar dari engkel, 6 roda memberi daya angkut lebih kuat, versi Long bisa sangat luas. Kekurangan: Membutuhkan SIM B, lebih boros BBM dari engkel.

4. Truk Fuso

Kategori: Truk Sedang–Berat Jumlah Roda: 6 roda — varian tertentu hingga 10 roda (2–4 sumbu) Kapasitas Muatan: 5–12 ton Volume Muatan: 10–20 m³

Nama “Fuso” sebenarnya adalah merek — yaitu Mitsubishi Fuso — tapi di Indonesia istilah ini sudah berkembang menjadi nama umum untuk truk kelas medium-heavy. Truk Fuso hadir dalam berbagai tipe dengan ukuran yang lebih besar dari CDD, dengan panjang bodi sekitar 7–9 meter dan lebar 2,3 meter.

Truk Fuso tersedia dalam berbagai pilihan karoseri: bak terbuka, box tertutup, hingga wing box. Fleksibilitas ini membuatnya bisa digunakan untuk berbagai jenis muatan dan kebutuhan distribusi.

Fungsi dan kegunaan: Truk Fuso sangat populer untuk distribusi barang antar kota dan antar provinsi, pengiriman bahan bangunan dalam jumlah besar, angkutan hasil pertanian, pengiriman produk manufaktur dari pabrik ke gudang distributor, dan distribusi barang konsumsi skala besar.

Kelebihan: Kapasitas lebih besar, cocok untuk jarak menengah-jauh, tersedia banyak pilihan karoseri. Kekurangan: Biaya operasional lebih tinggi, perlu SIM B, tidak sepraktis truk kecil untuk jalan sempit.

5. Dump Truck

Kategori: Truk Sedang–Berat (spesialis material) Jumlah Roda: 6–10 roda (2–3 sumbu) Kapasitas Muatan: 7–16 ton (light/medium), hingga ratusan ton untuk versi tambang besar

Dump truck adalah jenis truk yang sangat mudah dikenali — punya bak belakang yang bisa terangkat ke atas secara hidrolik untuk membuang muatannya. Mekanisme ini membuatnya sangat efisien untuk memindahkan material curah dalam jumlah besar.

Ada dua varian utama berdasarkan kapasitas: varian ringan (7–10 ton) untuk pekerjaan konstruksi skala kecil-menengah, dan varian medium (hingga 16 ton) untuk proyek yang lebih besar. Di dunia pertambangan, ada juga dump truck raksasa yang kapasitasnya bisa mencapai ratusan ton — tapi itu kategori tersendiri yang biasanya beroperasi di area tambang tertutup.

Fungsi dan kegunaan: Dump truck adalah raja di dunia konstruksi dan pertambangan. Truk ini digunakan untuk mengangkut dan membuang pasir, batu, kerikil, dan material curah lainnya, proyek pembangunan jalan, jembatan, dan gedung, aktivitas penggalian dan penimbunan tanah, proyek reklamasi lahan, dan distribusi material bangunan dari quarry ke proyek.

Kelebihan: Efisien untuk material curah, proses bongkar muatan sangat cepat berkat mekanisme hidrolik. Kekurangan: Tidak fleksibel untuk jenis muatan lain, konsumsi BBM tinggi.

6. Truk Tronton

Kategori: Truk Berat Jumlah Roda: 10 roda (3 sumbu — 1 sumbu depan, 2 sumbu belakang) Kapasitas Muatan: 10–20 ton Volume Bak: Sekitar 30 CBM Dimensi: Panjang 8–12 meter, lebar 2,4–2,6 meter, tinggi 2,4–2,8 meter

Tronton adalah satu level di atas Fuso dalam hal kapasitas. Yang membedakannya paling jelas adalah jumlah rodanya yang mencapai 10 buah — 2 di depan dan 8 di belakang (2 sumbu belakang × 4 roda per sumbu). Konfigurasi 3 sumbu ini membuat tronton sangat stabil saat membawa muatan berat dalam jarak jauh.

Di jalanan Indonesia, tronton adalah pemandangan yang sangat umum — terutama di jalur-jalur distribusi logistik antar kota dan antar provinsi.

Fungsi dan kegunaan: Tronton adalah tulang punggung distribusi logistik skala menengah-besar di Indonesia. Biasa digunakan untuk distribusi produk manufaktur dalam jumlah besar, pengiriman bahan bangunan, mesin industri, dan hasil tambang, angkutan hasil pertanian dan perkebunan skala besar, distribusi barang konsumsi dari gudang pusat ke gudang regional, dan pengiriman antar pulau via kapal RORO (Roll On Roll Off).

Kelebihan: Kapasitas besar, stabil karena 3 sumbu, efisien untuk perjalanan jarak jauh dengan muatan penuh. Kekurangan: Perlu izin khusus untuk jalan tertentu, tidak fleksibel untuk area perkotaan padat.

7. Truk Trintin (Truk Empat Sumbu)

Kategori: Truk Berat Jumlah Roda: Minimal 16 roda, maksimal 26 roda (4 sumbu) Kapasitas Muatan: Hingga 20–26 ton

Kalau tronton punya 3 sumbu, trintin melangkah lebih jauh dengan 4 sumbu roda. Ini membuatnya mampu membawa muatan yang jauh lebih berat dan lebih panjang dibanding tronton. Trintin sangat cocok untuk mengangkut kontainer atau muatan-muatan yang membutuhkan kendaraan dengan wheelbase (jarak sumbu roda) yang lebih panjang.

Fungsi dan kegunaan: Trintin sering digunakan untuk mengangkut kontainer ukuran tertentu, material konstruksi berat dalam jumlah masif, mesin-mesin industri berukuran besar, dan distribusi logistik lintas pulau skala besar.

Kelebihan: Kapasitas lebih besar dari tronton, cocok untuk kontainer panjang. Kekurangan: Dimensi besar membatasi rute yang bisa dilalui, biaya operasional tinggi.

Baca juga: 7 Cara Memilih Lokasi Gudang yang Strategis

8. Truk Wing Box (Wing Van)

Kategori: Truk Sedang–Berat (spesialis logistik modern) Jumlah Roda: 8 roda (4 sumbu) Kapasitas Muatan: Hingga 18 ton Dimensi: Panjang 7–9 meter

Truk wing box adalah salah satu jenis truk dengan desain paling unik dan paling “instagramable” di dunia logistik! Ciri khasnya adalah pintu samping yang bisa dibuka ke atas menyerupai sayap burung — itulah kenapa disebut wing box atau wing van. Desain ini bukan sekadar keren secara estetika, tapi punya fungsi praktis yang sangat signifikan.

Dengan pintu yang bisa dibuka dari samping, proses bongkar muat menjadi jauh lebih efisien — tidak hanya dari belakang, tapi bisa dari sisi kanan dan kiri sekaligus. Ini sangat menghemat waktu, terutama saat distribusi ke banyak titik.

Fungsi dan kegunaan: Wing box adalah primadona di sektor logistik modern Indonesia. Sangat cocok digunakan untuk mengangkut elektronik dan barang teknologi yang butuh perlindungan ekstra, produk makanan dan minuman (terutama dalam kemasan karton), barang-barang konsumsi seperti pakaian, kosmetik, dan produk retail, distribusi ke gudang atau toko yang membutuhkan bongkar muat cepat dari samping, dan industri e-commerce yang butuh efisiensi distribusi tinggi.

Kelebihan: Bongkar muat super efisien dari 3 sisi, muatan terlindung dari hujan dan debu, tampilan profesional dan modern. Kekurangan: Harga unit lebih mahal, perawatan pintu wing membutuhkan perhatian ekstra.

9. Truk Box (Box Truck)

Kategori: Truk Sedang Jumlah Roda: 6 roda Kapasitas Muatan: 5–8 ton

Truk box adalah truk dengan bak tertutup berbentuk kotak yang dibuat dari material logam atau fiberglass. Berbeda dari wing box yang bisa dibuka dari samping, akses ke muatan truk box hanya dari pintu belakang. Desain box tertutup ini memberikan perlindungan maksimal kepada muatan dari cuaca dan pencurian.

Fungsi dan kegunaan: Truk box sangat populer untuk distribusi produk yang sensitif terhadap cuaca, logistik e-commerce dan retail, pengiriman produk elektronik, pengiriman barang berharga yang butuh keamanan lebih tinggi, dan distribusi farmasi dan produk medis.

Kelebihan: Muatan sangat terlindungi, keamanan lebih baik, tampil rapi dan profesional — sering digunakan sebagai “kanvas iklan” merek produk. Kekurangan: Akses muat hanya dari belakang, lebih lambat proses bongkar muat dibanding wing box.

10. Truk Refrigerator (Reefer Truck / Cold Chain)

Kategori: Truk Khusus (Rantai Dingin) Jumlah Roda: Bervariasi, biasanya 6–10 roda Kapasitas Muatan: 3–15 ton (tergantung ukuran)

Truk refrigerator atau sering disebut reefer truck adalah truk yang dilengkapi sistem pendingin terintegrasi di baknya. Suhu di dalam kompartemen muatan bisa diatur dan dijaga konstan — biasanya antara -30°C hingga +10°C tergantung kebutuhan.

Truk ini adalah tulang punggung cold chain logistics (rantai distribusi suhu dingin) di Indonesia.

Fungsi dan kegunaan: Truk refrigerator wajib digunakan untuk mendistribusikan produk beku seperti daging, ikan, dan es krim, produk susu dan produk dairy lainnya, sayur dan buah-buahan segar yang butuh penyimpanan dingin, produk farmasi dan obat-obatan tertentu yang sensitif suhu, dan vaksin dan produk biologi medis.

Kelebihan: Mampu menjaga kualitas produk sensitif suhu, mendukung ekspansi bisnis F&B dan farmasi ke jarak jauh. Kekurangan: Biaya beli dan operasional sangat tinggi, perlu perawatan sistem pendingin yang rutin dan mahal.

11. Truk Trailer

Kategori: Truk Sangat Berat Komponen: Tractor Head (kepala/penggerak) + Trailer (bak belakang yang terpisah) Jumlah Roda: 16–26 roda (3–4 sumbu) Kapasitas Muatan: 20–60 ton (flatbed & box), 20–100 ton (lowbed) Panjang: 12–20 meter

Truk trailer adalah kendaraan angkut terbesar yang beroperasi di jalan raya Indonesia. Perbedaan utamanya dari truk lain adalah strukturnya yang terdiri dari dua bagian terpisah: tractor head (bagian depan bermesin yang bertugas menarik) dan trailer (bagian belakang yang membawa muatan dan tidak bermesin sendiri). Kedua bagian dihubungkan dengan sambungan khusus yang disebut king pin.

Di Indonesia, truk trailer tersedia dalam beberapa varian:

Trailer Flatbed: Platform datar tanpa dinding samping, cocok untuk muatan yang dimensinya besar atau tidak beraturan seperti alat berat, mesin industri, dan material konstruksi besar. Kapasitas 10–60 ton.

Trailer Box: Trailer dengan bak tertutup penuh seperti kontainer. Sangat aman untuk muatan yang butuh perlindungan total. Kapasitas 10–60 ton.

Trailer Lowbed (Low Loader): Desain platform yang sangat rendah ke tanah, khusus untuk muatan yang sangat tinggi atau berat seperti alat berat konstruksi, excavator, bulldozer, dan crane. Kapasitas bisa mencapai 20–100 ton!

Fungsi dan kegunaan: Truk trailer adalah andalan untuk distribusi peti kemas/kontainer dari pelabuhan ke gudang, pengiriman alat berat ke lokasi konstruksi atau tambang, transportasi mesin industri berukuran besar, pengiriman material konstruksi dalam skala masif, dan logistik ekspor-impor yang membutuhkan kapasitas maksimal.

Kelebihan: Kapasitas muatan terbesar di antara semua jenis truk, efisien untuk logistik skala sangat besar. Kekurangan: Memerlukan izin operasional khusus, membutuhkan sopir dengan SIM B2 Umum, tidak bisa melewati semua jenis jalan, biaya operasional dan perawatan sangat tinggi.

12. Truk Tangki (Tanker Truck)

Kategori: Truk Khusus (Cairan/Gas) Jumlah Roda: Bervariasi, 6–26 roda tergantung kapasitas Kapasitas Muatan: 5.000–40.000 liter

Truk tangki atau tanker truck adalah truk yang baknya berbentuk silinder tertutup khusus untuk mengangkut muatan cair atau gas. Desainnya memastikan muatan tidak tumpah dan — untuk cairan berbahaya — tidak mencemari lingkungan.

Ada berbagai varian truk tangki berdasarkan jenis muatannya: tangki BBM (bensin, solar, avtur), tangki air bersih, tangki CPO (Crude Palm Oil) dan minyak goreng, tangki kimia industri, tangki gas LPG dan gas industri, dan tangki susu segar (food grade).

Fungsi dan kegunaan: Truk tangki sangat esensial untuk mendistribusikan bahan bakar dari depot ke SPBU, mendistribusikan CPO dari pabrik kelapa sawit ke refinery, pengiriman bahan kimia industri ke pabrik-pabrik, supply air bersih ke kawasan yang belum terjangkau PDAM, dan distribusi gas industri ke berbagai pelanggan.

Kelebihan: Satu-satunya solusi untuk mengangkut muatan cair dan gas dalam skala besar. Kekurangan: Sangat spesifik kegunaannya, biaya tinggi, butuh SOP keamanan ketat terutama untuk muatan berbahaya.

13. Truk Car Carrier (Car Hauler)

Kategori: Truk Khusus (Angkutan Kendaraan) Jumlah Roda: 10–18 roda Kapasitas: 6–10 unit kendaraan

Pernah lihat truk besar yang di atasnya ada mobil-mobil baru berjejer? Itulah car carrier atau car hauler! Truk ini dirancang khusus untuk mengangkut kendaraan lain — biasanya mobil-mobil baru dari pabrik atau pelabuhan ke dealer.

Strukturnya unik: ada platform bertingkat yang bisa disesuaikan tingginya untuk memuat kendaraan dengan dimensi berbeda, mulai dari mobil city car hingga SUV besar.

Fungsi dan kegunaan: Car carrier tidak bisa digantikan untuk mendistribusikan mobil baru dari pabrik ke dealer di seluruh Indonesia, memindahkan armada kendaraan perusahaan, mengangkut kendaraan lelang, dan distribusi motor dalam jumlah banyak.

Kelebihan: Sangat efisien untuk distribusi kendaraan massal. Kekurangan: Sangat spesifik dan tidak bisa digunakan untuk muatan lain.

Baca juga: 9 Cara Packing Barang Berat yang Aman

Tabel Perbandingan Lengkap Jenis-Jenis Truk

Jenis Truk Sumbu Roda Kapasitas Muatan Volume Kegunaan Utama
Pick Up 2 4 1–1,5 ton 1–6 CBM Pengiriman paket, UMKM
Truk Engkel (CDE) 2 4 3–5 ton 8–10 CBM Distribusi dalam kota
Truk CDD 2 6 5–7 ton 12–15 CBM Distribusi menengah
Truk Fuso 2–4 6–10 5–12 ton 10–20 m³ Logistik antar kota
Dump Truck 2–3 6–10 7–16 ton Konstruksi, tambang
Truk Tronton 3 10 10–20 ton 30 CBM Logistik besar
Truk Trintin 4 16–26 20–26 ton Kontainer, logistik masif
Wing Box 4 8 Hingga 18 ton FMCG, e-commerce
Truk Box 3 6 5–8 ton Barang berharga, retail
Reefer Truck 2–3 6–10 3–15 ton Produk beku, farmasi
Trailer Flatbed 3–4 16–26 10–60 ton Alat berat, konstruksi
Trailer Lowbed 3–4 16–26 20–100 ton Alat berat super besar
Truk Tangki 2–4 6–26 5.000–40.000 L BBM, minyak, kimia
Car Carrier 3–4 10–18 6–10 kendaraan Distribusi kendaraan

Tips Memilih Jenis Truk yang Tepat

Buat kamu yang lagi pertimbangkan penggunaan atau sewa truk untuk keperluan bisnis, ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Sesuaikan dengan jenis dan volume muatan. Barang ringan tapi banyak? Pilih wing box atau truk box. Barang berat tapi padat? CDD atau fuso bisa jadi pilihan. Barang cair? Tangki. Alat berat? Trailer lowbed.

Perhatikan rute pengiriman. Jalan kecil atau gang? Pick up atau engkel. Jalan raya antar kota? CDD, fuso, atau tronton. Lintas pulau via RORO? Tronton atau truk trailer.

Hitung biaya operasional secara total. Truk yang lebih besar tidak selalu lebih hemat — kalau muatan tidak penuh, kamu buang-buang biaya BBM dan driver. Sesuaikan kapasitas truk dengan volume muatan rata-rata kamu.

Jangan overload! Melebihi kapasitas bukan hanya melanggar hukum tapi juga mempercepat kerusakan truk, membahayakan keselamatan, dan bisa merusak muatan itu sendiri. Selalu perhatikan batas GVW.

Pertimbangkan frekuensi pengiriman. Kalau frekuensi tinggi dan rutin, punya unit sendiri lebih efisien. Kalau tidak rutin, lebih baik sewa atau pakai jasa ekspedisi.

Jenis Truk

Nah, itulah panduan lengkap jenis-jenis truk dan fungsinya yang ada di Indonesia! Dari pick up mungil yang gesit di gang sempit, tronton yang gagah di jalan tol, sampai trailer raksasa yang mengangkut puluhan ton — setiap jenis truk punya peran dan keunggulannya masing-masing dalam ekosistem logistik Indonesia.

Memahami perbedaan setiap jenis truk bukan cuma berguna bagi pelaku bisnis logistik, tapi juga buat siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh bagaimana rantai distribusi barang di Indonesia bekerja. Karena di balik setiap produk yang sampai ke tangan kamu, ada truk-truk inilah yang berjasa menempuh perjalanan panjang demi memastikan barang sampai tepat waktu!

Catatan: Spesifikasi kapasitas dan dimensi truk yang disebutkan di artikel ini adalah rentang umum berdasarkan standar industri di Indonesia. Spesifikasi aktual dapat berbeda tergantung merek, tipe, dan konfigurasi spesifik kendaraan.

5/5 - (1 vote)

Sleman

Gunung Kidul

Bantul

Jogja

Bangkalan

Pamekasan

Banyuwangi

Bondowoso

Situbondo

Jember

Atambua

Kefamenanu

Kupang

Soe

Lembata

Adonara

Larantuka

Maumere

Ende

Nagekeo

Bolaang Mongondow

Tahunan

Tondano

Tomohon

Kota Mubago

Bitung

Gorontalo

Kolaka

Konawe Selatan

Tojo Una-una

Maba

Weda

Bacan

Weda

Tidore

Tobelo

Jailolo

Ternate

Tual

Tiakur

Aimas

Papua

Raja Ampat

Sorong

Bintuni

Manokwari

Kaimana

Fakfak

Serui

Sentani