๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Pengetahuan Logistik & Kargo

Apa Itu Pengiriman Port to Port? Panduan Lengkap untuk Pemula

ZahraOleh: Zahraยทยท4 menit baca
Kontainer di pelabuhan sebelum dikirim menggunakan layanan port to port ke luar negeri.

Port to port adalah layanan pengiriman yang mengangkut barang dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Artikel ini membahas cara kerja, kelebihan, kekurangan, perbedaan dengan layanan door to door, serta contoh dokumen yang umum digunakan dalam pengiriman internasional.


Apa Itu Port to Port? Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan, dan Contoh Dokumennya

Dalam dunia logistik internasional, ada banyak istilah yang sering ditemui, seperti door to door, FOB, EXW (Ex Works), hingga port to port. Bagi pelaku usaha yang baru mulai mengekspor atau mengimpor barang, istilah-istilah tersebut sering kali terasa membingungkan.

Salah satu skema pengiriman yang cukup banyak digunakan dalam perdagangan internasional adalah layanan antar-pelabuhan.Skema ini menawarkan biaya yang lebih efisien, tetapi juga menuntut pengirim dan penerima untuk mengurus sebagian proses logistik secara mandiri.

Lalu, sebenarnya bagaimana skema pengiriman antar-pelabuhan ini bekerja?

Apa Itu Layanan Antar-Pelabuhan?

Port to port adalah layanan pengiriman di mana perusahaan logistik hanya bertanggung jawab mengangkut barang dari pelabuhan asal (port of origin) menuju pelabuhan tujuan (port of destination).

Artinya, tanggung jawab penyedia jasa berakhir ketika barang tiba di pelabuhan tujuan. Sementara itu, proses sebelum keberangkatan maupun setelah barang tiba menjadi tanggung jawab pengirim dan penerima.

Beberapa proses yang umumnya diurus sendiri antara lain:

  1. Pengambilan barang dari gudang menuju pelabuhan.
  2. Pengurusan dokumen ekspor maupun impor.
  3. Proses kepabeanan (customs clearance).
  4. Pengiriman barang dari pelabuhan menuju alamat penerima.

Contoh Sederhana

Misalnya Anda mengirim mesin produksi dari Jakarta ke Hamburg, Jerman.

Dalam skema ini , perusahaan logistik akan mengirimkan kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Hamburg.

Sedangkan Anda atau penerima tetap harus mengurus:

  1. pengangkutan barang ke Pelabuhan Tanjung Priok;
  2. proses ekspor di Indonesia;
  3. customs clearance di Jerman; serta
  4. pengiriman barang dari Pelabuhan Hamburg ke lokasi tujuan.

Baca juga: Kapal Pelni: Penghubung Nusantara

Siapa yang Cocok Menggunakan Layanan Antar-Pelabuhan?

Layanan ini umumnya digunakan oleh:

  1. eksportir dan importir yang sudah memahami proses logistik internasional;
  2. perusahaan yang memiliki agen pengurusan barang di negara tujuan;
  3. freight forwarder;
  4. distributor berskala besar; dan
  5. pelaku usaha yang ingin menekan biaya pengiriman.

Bagi pengirim yang baru pertama kali melakukan ekspor atau impor, layanan door to door biasanya lebih praktis karena seluruh proses ditangani oleh penyedia jasa.

Bagaimana Proses Pengiriman Antar-Pelabuhan?

Secara umum, alur pengirimannya sebagai berikut.

  1. Pengirim membawa barang ke pelabuhan asal.
  2. Barang diperiksa dan dimasukkan ke dalam kontainer.
  3. Kontainer dimuat ke kapal.
  4. Kapal berlayar menuju pelabuhan tujuan.
  5. Barang diturunkan di pelabuhan tujuan.
  6. Penerima mengurus customs clearance.
  7. Barang diambil dari pelabuhan dan dikirim ke lokasi akhir.

Meskipun terlihat sederhana, setiap tahap memiliki prosedur administrasi yang harus dipenuhi agar pengiriman berjalan lancar.

Keuntungan Menggunakan Layanan Antar-Pelabuhan

Biaya Pengiriman Lebih Efisien

Karena hanya mencakup pengangkutan dari pelabuhan ke pelabuhan, biaya layanan ini biasanya lebih rendah dibandingkan layanan door to door.

Lebih Fleksibel

Pengirim dapat menentukan sendiri perusahaan trucking, gudang penyimpanan, maupun agen customs sesuai kebutuhan.

Kontrol Pengiriman Lebih Besar

Pengirim maupun penerima memiliki keleluasaan dalam mengatur proses logistik sehingga lebih mudah menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Cocok untuk Pengiriman Skala Besar

Banyak perusahaan ekspor-impor memilih layanan ini karena lebih mudah dikombinasikan dengan proses konsolidasi kontainer.

Kekurangan pengiriman Antar-Pelabuhan

Membutuhkan Pengalaman

Pengguna layanan perlu memahami prosedur ekspor-impor, dokumen pengiriman, hingga aturan kepabeanan. Untuk informasi resmi mengenai ketentuan kepabeanan dan ekspor, Anda dapat merujuk pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Tanggung Jawab Lebih Besar

Kesalahan dokumen, keterlambatan pengambilan barang, atau biaya penumpukan di pelabuhan menjadi tanggung jawab pengirim maupun penerima.

Pengurusan Dokumen Dilakukan Sendiri

Dokumen seperti Commercial Invoice, Packing List, Bill of Lading, hingga Certificate of Origin harus disiapkan dengan benar agar proses pengiriman tidak mengalami kendala.

Baca juga: 5 Jenis Palet yang Wajib Kamu Tahu

Perbedaan Layanan Antar-Pelabuhan dan Door to Door

Perbedaan Layanan Antar-Pelabuhan dan Door to Door

layanan Antar-pelabuhan

Door to Door

Pengiriman dari pelabuhan ke pelabuhan

Pengiriman dari alamat pengirim hingga alamat penerima

Biaya relatif lebih hemat

Biaya lebih tinggi karena layanan lebih lengkap

Pengirim mengurus sebagian proses logistik

Seluruh proses ditangani penyedia jasa

Cocok untuk eksportir berpengalaman

Cocok untuk pemula maupun bisnis yang ingin lebih praktis

Moda Transportasi yang digunakan

Konsep pengiriman dari satu titik pelabuhan ke pelabuhan tujuan dapat diterapkan pada beberapa moda transportasi, antara lain:

  1. Kapal kontainer (sea freight)
  2. Kapal Ro-Ro
  3. Kapal break bulk
  4. Pengiriman udara (airport to airport)
  5. Kereta barang pada rute internasional tertentu

Meski istilah ini paling sering digunakan pada pengiriman laut, konsepnya juga diterapkan pada pengiriman udara, yaitu airport to airport.

Tips Sebelum Menggunakan Layanan Antar-Pelabuhan

Agar proses pengiriman berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Pastikan seluruh dokumen ekspor dan impor telah lengkap.
  2. Pahami ketentuan bea cukai di negara tujuan.
  3. Pilih jadwal kapal yang sesuai dengan kebutuhan pengiriman.
  4. Gunakan kemasan yang kuat untuk mengurangi risiko kerusakan selama perjalanan.
  5. Pastikan pihak penerima siap mengambil barang begitu kapal tiba agar tidak terkena biaya penumpukan (storage).

Apakah Pengiriman Antar-Pelabuhan cocok untuk bisnis Anda?

Layanan port to port menjadi pilihan tepat bagi perusahaan yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola proses logistik internasional.

Selain biaya yang lebih efisien, layanan ini memberikan keleluasaan dalam mengatur pengiriman sesuai kebutuhan. Namun, karena sebagian besar proses harus diurus sendiri, pengguna juga perlu memahami dokumen, prosedur kepabeanan, dan alur distribusi barang.

Jika bisnis Anda sudah memiliki tim logistik atau bekerja sama dengan freight forwarder yang berpengalaman, layanan ini dapat menjadi solusi yang lebih ekonomis.

Contoh Dokumen Pengiriman Internasional

Dalam pengiriman internasional, terdapat beberapa dokumen utama yang hampir selalu digunakan. Berikut contoh dokumen yang umum dipakai pada pengiriman antar-pelabuhan dengan rute Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) โ€“ Pelabuhan Hamburg (Jerman).

Dokumen yang disertakan meliputi:

  1. Commercial Invoice
  2. Packing List
  3. Ocean Bill of Lading (B/L)
  4. Certificate of Origin (COO)

Catatan: Contoh dokumen berikut hanya berupa simulasi untuk memberikan gambaran format yang umum digunakan dalam proses ekspor-impor. Data perusahaan, nomor dokumen, dan informasi lainnya bukan merupakan dokumen resmi.


pengiriman port to port
Zahra

Ditulis oleh

Zahra

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
TeleponWhatsApp
Port to Port: Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan, dan Contoh | BJA Logistic