๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Tips Logistik

Kapan Barang Perlu Packing Kayu dan Kapan Tidak?

Evan Fajrianยทยท8 menit baca
Kapan barang perlu packing kayu dan kapan tidak untuk pengiriman cargo

Tidak semua cargo membutuhkan packing kayu. Artikel ini membahas cara menentukan kebutuhan peti kayu berdasarkan karakter barang, tingkat kerentanan, kondisi kemasan, dan proses handling

Kapan barang perlu packing kayu dan kapan tidak? Tidak semua cargo membutuhkan peti kayu. Ada barang yang memang membutuhkan perlindungan luar lebih kuat, tetapi ada juga yang sudah cukup aman menggunakan kardus, foam, bubble wrap, atau kemasan bawaan yang masih kokoh.

Keputusan menggunakan packing kayu sebaiknya tidak hanya dilihat dari berat atau harga barang. Kondisi fisik, bentuk, bagian yang paling rentan, serta cara barang akan ditangani selama pengiriman juga perlu diperhatikan.

Tidak Semua Cargo Harus Menggunakan Packing Kayu

Packing kayu merupakan perlindungan tambahan. Karena itu, penggunaannya sebaiknya mengikuti kondisi barang, bukan karena setiap cargo dianggap harus memiliki peti.

Barang yang masih menggunakan kemasan pabrikan yang kuat belum tentu membutuhkan peti tambahan. Begitu juga barang yang relatif tahan terhadap benturan dan sudah dikemas dengan baik.

Sebaliknya, barang yang mudah pecah, memiliki bagian sensitif, bentuknya sulit dilindungi dengan kardus, atau membutuhkan struktur luar yang lebih kokoh bisa membutuhkan perlindungan tambahan.

Tujuan packing bukan membuat barang terlihat lebih aman, tetapi memberikan perlindungan yang sesuai dengan risiko yang mungkin dihadapi barang tersebut.

Kapan Packing Kayu Lebih Layak Dipertimbangkan?

Ada beberapa kondisi yang membuat packing kayu menjadi pilihan yang masuk akal.

Pertama, barang mudah pecah. Kaca, keramik, atau barang dengan komponen rapuh membutuhkan perlindungan terhadap benturan. Lapisan seperti bubble wrap atau foam tetap penting, sementara struktur kayu dapat menjadi perlindungan tambahan di bagian luar.

Kedua, bentuk barang sulit dilindungi menggunakan kardus biasa. Barang berukuran besar, memiliki bagian menonjol, atau bentuknya tidak beraturan bisa lebih sulit dibuat stabil dengan kemasan biasa.

Ketiga, barang membutuhkan struktur luar yang lebih kuat. Barang berat atau barang dengan bagian sensitif dapat membutuhkan konstruksi kemasan yang lebih kokoh agar posisinya tetap stabil selama proses pemindahan.

BJA Logistic juga membahas penggunaan peti kayu untuk barang berat atau rentan terhadap benturan. Pembaca yang ingin melihat contoh dan tahapan pengemasannya dapat membaca 7 Cara Packing Kayu yang Benar untuk Pengiriman Cargo Laut.

Barang yang Belum Tentu Membutuhkan Peti Kayu

Tidak semua barang berukuran besar atau bernilai tinggi harus menggunakan peti kayu.

Barang yang sudah memiliki kemasan pabrikan yang kokoh mungkin cukup diberi perlindungan tambahan pada bagian tertentu. Hal yang sama berlaku untuk barang yang tidak terlalu rentan terhadap benturan dan memiliki bentuk yang mudah dikemas.

Dalam kondisi tertentu, kardus kuat, foam, bubble wrap, separator, atau material pelindung lainnya dapat memberikan perlindungan yang sudah memadai.

Yang perlu diperhatikan adalah kondisi kemasan dan posisi barang di dalamnya. Jangan sampai barang mudah bergerak karena terdapat ruang kosong terlalu banyak atau kemasan tidak mampu menahan beban.

Karena itu, kapan barang perlu packing kayu dan kapan tidak sebaiknya ditentukan berdasarkan tingkat perlindungan yang dibutuhkan, bukan sekadar ukuran cargo.

Lihat Bagian Barang yang Paling Rentan

Cara sederhana untuk menentukan kebutuhan packing adalah mencari bagian barang yang paling mudah mengalami kerusakan.

Sebuah mesin mungkin memiliki rangka yang kuat, tetapi panel tertentu mudah tergores. Furnitur mungkin kokoh secara keseluruhan, tetapi bagian sudut atau permukaannya lebih rentan.

Pada kondisi seperti ini, perlindungan tidak harus dibuat sama untuk seluruh bagian barang.

Bagian yang sensitif dapat diberi lapisan tambahan, sementara bagian luar disesuaikan dengan kondisi keseluruhan cargo.

Pendekatan tersebut membuat packing lebih masuk akal karena perlindungan diberikan pada bagian yang memang membutuhkan perhatian.

Peti Kayu Tidak Menggantikan Pelindung di Dalam

Peti kayu yang kuat bukan berarti barang di dalamnya boleh dibiarkan tanpa perlindungan.

Jika barang masih dapat bergerak bebas di dalam peti, benturan tetap mungkin terjadi ketika cargo dipindahkan.

Karena itu, ruang kosong perlu diatur menggunakan material yang sesuai. Foam, bubble wrap, bantalan, separator, atau penahan lainnya dapat digunakan berdasarkan karakter barang.

Prinsipnya sederhana: barang harus stabil di dalam kemasan, bukan hanya tertutup dari luar.

Dalam konteks pengamanan muatan, International Maritime Organization (IMO) juga memiliki Code of Practice for Packing of Cargo Transport Units (CTU Code) yang memberikan panduan mengenai pengemasan dan pengamanan cargo dalam rantai transportasi. Informasi resminya dapat dibaca melalui CTU Code dari International Maritime Organization.

Kapan Kardus dan Foam Sudah Cukup?

Ada kondisi ketika kemasan sederhana justru lebih sesuai.

Barang yang relatif ringan, tidak terlalu rentan, memiliki bentuk yang mudah dikemas, dan sudah mempunyai kemasan kuat mungkin tidak membutuhkan peti kayu.

Kardus yang kokoh dapat dikombinasikan dengan foam atau bubble wrap untuk memberikan perlindungan tambahan. Yang penting, bagian bawah kemasan mampu menahan beban dan barang tidak bergerak bebas di dalamnya.

Kondisi kardus juga perlu diperiksa. Kardus yang sudah lembek, sobek, atau kehilangan kekuatan sebaiknya tidak digunakan sebagai perlindungan utama untuk cargo.

Dengan demikian, kapan barang perlu packing kayu dan kapan tidak kembali pada tingkat perlindungan yang memang dibutuhkan oleh barang.

Peti Kayu dan Palet Memiliki Fungsi Berbeda

Peti kayu dan palet bukan dua jenis kemasan yang memiliki fungsi sama.

Peti kayu memberikan struktur perlindungan pada bagian luar barang. Sementara itu, palet lebih banyak digunakan sebagai dasar untuk menjaga posisi muatan dan membantu proses pemindahan.

Barang yang sudah memiliki kemasan kuat mungkin tidak membutuhkan peti tertutup. Dalam kondisi tertentu, palet dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Sebaliknya, barang yang membutuhkan perlindungan fisik dari tekanan atau benturan luar dapat membutuhkan struktur peti yang lebih menyeluruh.

Karena itu, jangan memilih packing hanya karena satu jenis kemasan terlihat lebih kokoh. Lihat fungsi perlindungan yang benar-benar dibutuhkan.

Packing Kayu Mengubah Kondisi Cargo

Menambahkan kayu pada bagian luar barang tentu membuat kondisi cargo berubah.

Ukuran keseluruhan dapat bertambah. Berat juga dapat berubah. Bentuk kemasan akhirnya pun berbeda dari kondisi barang sebelum dipacking.

Hal ini perlu diperhatikan ketika pengirim sedang menyiapkan data cargo.

Jika berat atau ukuran akan digunakan dalam proses pengecekan pengiriman, lakukan pengukuran kembali setelah packing selesai. Dengan begitu, informasi yang diberikan menggambarkan kondisi cargo yang benar-benar siap dikirim.

Jangan Membuat Peti Terlalu Besar

Peti yang lebih besar tidak otomatis membuat barang lebih aman.

Jika ruang kosong di dalam terlalu banyak dan tidak diberi penahan yang cukup, barang masih dapat bergerak. Sebaliknya, peti yang terlalu sempit bisa membuat perlindungan bagian dalam sulit ditempatkan dengan baik.

Ukuran peti sebaiknya cukup untuk memberikan ruang perlindungan sekaligus menjaga barang tetap stabil.

Jadi, kualitas packing tidak ditentukan oleh banyaknya kayu yang digunakan.

Pertimbangkan Cara Barang Ditangani

Kebutuhan packing juga berkaitan dengan proses handling.

Barang yang mudah diangkat dan memiliki kemasan kokoh tentu berbeda dengan barang yang membutuhkan alat bantu atau penanganan lebih hati-hati.

Semakin besar perhatian yang dibutuhkan ketika barang dipindahkan, semakin penting memastikan barang tidak mudah bergeser di dalam kemasan.

Namun, kondisi tersebut tidak berarti setiap cargo harus menggunakan peti kayu. Perlindungan tetap perlu disesuaikan dengan karakter barang.

Packing Kayu Bukan Jaminan Bebas Kerusakan

Peti kayu dapat memberikan perlindungan fisik tambahan, tetapi tidak berarti barang otomatis bebas dari risiko kerusakan.

Kualitas bahan, konstruksi peti, perlindungan bagian dalam, posisi barang, dan proses handling tetap memiliki pengaruh.

Karena itu, jangan hanya bertanya apakah barang harus menggunakan peti kayu.

Pertanyaan yang lebih berguna adalah: bagian mana dari barang yang paling rentan dan perlindungan seperti apa yang dibutuhkan?

Dari situ, keputusan mengenai jenis packing dapat dibuat dengan lebih masuk akal.

Periksa Ketentuan Barang Sebelum Dipacking

Sebelum menyiapkan kemasan, pastikan barang memang dapat diterima oleh pihak ekspedisi.

BJA Logistic memiliki ketentuan mengenai barang yang tidak diterima. Hewan hidup dan frozen food tidak dapat dikirim melalui BJA Logistic. Untuk barang dengan karakter khusus atau yang belum jelas status penerimaannya, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu sebelum melakukan packing.

Jangan sampai barang sudah dibuatkan peti kayu tetapi kemudian diketahui bahwa jenis barang tersebut tidak dapat diproses.

Untuk mengetahui layanan dan informasi pengiriman yang tersedia, Anda dapat melihat layanan BJA Logistic.

Cara Sederhana Menentukan Packing

Sebelum memutuskan menggunakan peti kayu, coba periksa beberapa hal berikut:

  1. Apakah barang mudah pecah?
  2. Apakah ada bagian yang mudah patah, penyok, atau tergores?
  3. Apakah bentuk barang sulit dilindungi dengan kardus?
  4. Apakah kemasan bawaan masih kuat?
  5. Apakah barang dapat bergerak di dalam kemasan?
  6. Apakah bagian luar membutuhkan struktur perlindungan yang lebih kokoh?
  7. Apakah proses pemindahan membutuhkan barang tetap stabil?

Jika jawabannya menunjukkan bahwa barang membutuhkan perlindungan luar yang lebih kuat, packing kayu dapat dipertimbangkan.

Sebaliknya, jika kemasan yang sudah ada masih memadai dan risiko kerusakannya relatif rendah, perlindungan menggunakan kardus, foam, bubble wrap, atau material lain mungkin sudah cukup.

Dalam praktiknya, kapan barang perlu packing kayu dan kapan tidak dapat diketahui dengan melihat kombinasi antara kondisi barang, kemasan yang tersedia, dan risiko selama proses handling.

FAQ

Apakah semua barang berat harus menggunakan packing kayu?

Tidak. Berat bukan satu-satunya faktor. Bentuk, material, tingkat kerentanan, dan kondisi kemasan juga perlu diperhatikan.

Apakah barang elektronik selalu membutuhkan packing kayu?

Tidak selalu. Kebutuhannya tergantung jenis barang, ukuran, kondisi kemasan, tingkat kerentanan, serta perlindungan yang sudah tersedia.

Apakah bubble wrap bisa menggantikan packing kayu?

Tidak dalam semua kondisi. Bubble wrap dan peti kayu memiliki fungsi perlindungan yang berbeda. Keduanya bahkan dapat digunakan bersama apabila karakter barang membutuhkan perlindungan tambahan.

Apakah barang yang sudah menggunakan kardus masih perlu dipacking kayu?

Belum tentu. Jika kardus dan perlindungan di dalamnya sudah memadai, peti kayu mungkin tidak diperlukan.

Bagaimana kalau masih bingung menentukan jenis packing?

Sampaikan jenis barang, bentuk, kondisi kemasan, dan kebutuhan pengirimannya kepada BJA Logistic terlebih dahulu. Dengan informasi tersebut, kebutuhan packing dapat dibicarakan sebelum barang disiapkan.

Jika masih ragu menentukan jenis packing yang sesuai, Anda dapat menghubungi BJA Logistic melalui WhatsApp 0815-1333-5157 sebelum barang dipacking.

Packing KayuPacking CargoKeamanan BarangTips PackingCargoBJA Logistic

Ditulis oleh

Evan Fajrian

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
TeleponWhatsApp
Kapan Barang Perlu Packing Kayu dan Kapan Tidak? | BJA Logistic