Packing barang pecah belah untuk cargo laut jarak jauh perlu dipikirkan lebih dari sekadar membungkus barang dengan bahan pelindung. Selama perjalanan, barang dapat mengalami perpindahan posisi, getaran, tekanan dari barang lain, hingga beberapa kali proses pemindahan. Karena itu, cara menempatkan dan menahan barang di dalam kemasan sama pentingnya dengan bahan yang digunakan.
Untuk barang seperti gelas, piring, keramik, botol, peralatan rumah tangga, atau benda dekorasi, bagian yang rentan tidak selalu sama. Kerusakan juga tidak selalu terjadi karena benturan besar. Barang yang terus bergerak sedikit demi sedikit di dalam kemasan dapat mengalami tekanan berulang selama perjalanan.
Jangan Sisakan Ruang Kosong di Dalam Kemasan
Salah satu hal yang sering luput adalah ruang kosong di antara barang dan dinding kemasan. Jika masih ada celah yang cukup besar, barang dapat bergerak ketika kemasan digeser atau dipindahkan.
Karena itu, setelah barang ditempatkan, periksa apakah posisinya masih bisa bergeser. Jika ada ruang kosong, gunakan bahan pelindung yang sesuai untuk mengisinya. Tujuannya bukan membuat kemasan sepadat mungkin, tetapi menjaga barang tetap berada pada posisi yang sudah ditentukan.
Untuk packing barang pecah belah untuk cargo laut jarak jauh, prinsip ini penting terutama ketika satu kemasan berisi beberapa benda dengan ukuran berbeda. Barang yang lebih kecil jangan dibiarkan bergerak bebas di antara barang yang lebih besar.
Beri Perlindungan pada Titik yang Paling Rentan
Tidak semua bagian barang membutuhkan perlindungan dengan tingkat yang sama. Pada gelas, misalnya, bagian bibir dan badan dapat memiliki tingkat kerentanan yang berbeda. Pada piring atau keramik, bagian tepi juga perlu mendapat perhatian khusus.
Daripada hanya menambah lapisan secara merata, perhatikan bagian mana yang paling mudah terkena tekanan atau benturan. Setiap benda sebaiknya memiliki jarak perlindungan yang cukup dari benda lain.
Jika beberapa barang pecah belah dimasukkan dalam satu kemasan, jangan biarkan permukaan barang saling bersentuhan secara langsung. Pemisah di antara barang dapat membantu mengurangi kontak ketika terjadi getaran atau pergeseran.
Atur Posisi Barang, Jangan Hanya Memasukkannya ke Kardus
Cara penyusunan juga menentukan seberapa stabil barang selama perjalanan. Barang yang sudah dilindungi tetapi diletakkan tanpa memperhatikan posisi tetap memiliki risiko bergeser.
Susun barang dengan mempertimbangkan bentuk dan titik beratnya. Hindari menempatkan benda yang mudah berubah posisi di bagian yang membuat susunan keseluruhan tidak stabil.
Jika terdapat beberapa jenis barang dalam satu kemasan, perhatikan hubungan antara ukuran, berat, dan bentuknya. Jangan sampai benda yang lebih berat berada pada posisi yang memberikan tekanan langsung kepada barang yang lebih rapuh.
Untuk pengemasan barang pecah belah dalam perjalanan laut jarak jauh, susunan di dalam kemasan sebaiknya dibuat sesederhana mungkin sehingga setiap bagian memiliki posisi yang jelas.
Jangan Mengandalkan Label Fragile Saja
Label seperti Fragile atau Handle with Care dapat membantu memberikan informasi mengenai karakter barang, tetapi label bukan pengganti packing yang benar.
Perlindungan utama tetap berada pada kemasan dan cara barang disusun di dalamnya. Label dapat digunakan sebagai informasi tambahan agar karakter barang lebih mudah dikenali ketika dilakukan penanganan.
Selain label, identitas penerima juga perlu dibuat jelas. Jika pengiriman terdiri dari beberapa koli, pemberian nomor pada setiap koli dapat membantu proses pengecekan dan memastikan jumlah kemasan lebih mudah dicocokkan.
Periksa Kemasan dari Luar Sebelum Diserahkan
Sebelum cargo berangkat, jangan langsung menganggap proses packing selesai hanya karena kemasan sudah tertutup.
Coba periksa kembali beberapa bagian:
- Apakah kemasan masih kokoh?
- Apakah ada bagian yang terbuka?
- Apakah barang terdengar atau terasa bergerak ketika kemasan dipindahkan secara wajar?
- Apakah bagian luar kemasan mengalami kerusakan?
- Apakah identitas penerima sudah jelas?
- Apakah jumlah koli sudah sesuai?
Pemeriksaan sederhana seperti ini dapat menemukan masalah sebelum barang masuk ke rangkaian perjalanan yang lebih panjang.
Sesuaikan Kemasan dengan Rangkaian Perjalanan
Cargo laut jarak jauh tidak selalu hanya mengalami satu kali proses pemindahan. Barang dapat melewati proses penerimaan, penataan, pemindahan, perjalanan, hingga distribusi menuju tujuan.
Artinya, kemasan perlu dipikirkan untuk menghadapi keseluruhan rangkaian tersebut, bukan hanya kondisi ketika barang pertama kali diserahkan.
Untuk packing barang pecah belah untuk cargo laut jarak jauh, semakin panjang rangkaian penanganannya, semakin penting memastikan bagian dalam kemasan tetap stabil dan bagian luarnya tidak mudah terbuka.
Informasi tambahan mengenai persiapan packing dapat dibaca melalui Tips Packing Cargo Laut BJA Logistic. Untuk memahami tahapan setelah barang diserahkan kepada ekspedisi, Anda juga dapat membaca 8 Prosedur Pengiriman Barang dari Produsen ke Customer.
Pastikan Barang Siap Sebelum Cargo Diserahkan
Pada akhirnya, packing barang pecah belah untuk cargo laut jarak jauh bukan sekadar membuat barang terlihat rapi. Yang lebih penting adalah memastikan barang tidak mudah bergerak, bagian yang rentan terlindungi, susunan di dalam kemasan stabil, dan kondisi kemasan sudah diperiksa sebelum masuk ke proses pengiriman.
Untuk kebutuhan cargo ke Indonesia Timur, informasi layanan dapat dilihat berdasarkan wilayah, seperti Layanan Cargo ke Maluku, Layanan Cargo ke Papua, Layanan Cargo ke NTT, dan Layanan Cargo ke Sulawesi.
Jika jenis barang atau kebutuhan pengiriman masih perlu dikonfirmasi, Anda dapat menghubungi WhatsApp BJA Logistic di 0815-1333-5157

