๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Tips Logistik

Tips Packing Cargo Laut agar Barang Aman Sampai Tujuan

ZahraOleh: Zahraยทยท6 menit baca
Tips packing cargo laut untuk pengiriman barang besar ke Indonesia Timur

Tips packing cargo laut untuk barang besar, mulai dari memilih kemasan, melindungi barang dari benturan dan kelembapan, hingga menyiapkan label pengiriman.

Tips Packing Cargo Laut agar Barang Aman Sampai Tujuan

Tips packing cargo laut perlu diperhatikan sejak barang mulai disiapkan untuk dikirim. Pada pengiriman cargo besar, barang tidak hanya berada di atas kapal. Sebelum sampai ke penerima, muatan dapat melewati proses pickup, pemeriksaan, gudang, konsolidasi, bongkar muat, perjalanan laut, hingga distribusi di kota tujuan.

Karena itu, pengemasan tidak cukup hanya membuat barang terlihat rapi. Kemasan harus disesuaikan dengan jenis barang, berat, ukuran, serta tingkat kerentanannya terhadap benturan dan kelembapan.

1. Pilih Kemasan Sesuai Karakter Barang

Jenis kemasan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi muatan. Barang ringan tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan barang berat atau mudah pecah.

Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain:

  1. Kardus double wall untuk barang yang membutuhkan struktur lebih kuat.
  2. Peti kayu untuk barang berat, mudah pecah, atau membutuhkan perlindungan fisik tambahan.
  3. Palet untuk membantu menjaga posisi muatan tertentu dan memudahkan proses pemindahan.

Pastikan kemasan dalam kondisi kokoh. Hindari kardus yang sudah lembek, sobek, atau pernah terkena air karena kekuatannya dapat berkurang.

Untuk barang berat, bagian dasar kemasan juga harus diperhatikan. Kemasan harus mampu menopang beban ketika barang diangkat dan dipindahkan.

2. Berikan Perlindungan di Bagian Dalam

Barang yang mudah pecah atau memiliki permukaan rentan membutuhkan perlindungan tambahan.

Bubble wrap, foam, atau material pelindung lain dapat digunakan sesuai bentuk dan karakter barang. Setelah barang ditempatkan di dalam kardus atau peti, isi ruang kosong agar posisi muatan tidak mudah bergeser.

Ruang kosong yang terlalu banyak dapat membuat barang bergerak ketika terjadi getaran atau benturan. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan kerusakan pada barang seperti kaca, keramik, elektronik, dan peralatan dengan komponen sensitif.

Untuk beberapa barang, gunakan pemisah agar setiap item tidak saling berbenturan selama proses pemindahan.

3. Lindungi Barang dari Kelembapan

Kelembapan perlu menjadi perhatian ketika barang dikirim melalui jalur laut. Dokumen, pakaian, produk berbahan kertas, elektronik, dan material tertentu dapat membutuhkan perlindungan tambahan.

Gunakan plastik atau lapisan pelindung sebelum barang dimasukkan ke kemasan utama. Bahan penyerap kelembapan juga dapat digunakan untuk barang tertentu sesuai kebutuhannya.

Namun, perlindungan tersebut tetap harus disertai kemasan luar yang kuat dan tertutup dengan baik.

Untuk pengiriman melalui jalur laut, aspek pengamanan muatan memang menjadi perhatian dalam praktik transportasi internasional. International Maritime Organization (IMO) menyediakan pedoman mengenai packing dan securing cargo dalam rantai transportasi laut dan darat. Baca panduan IMO tentang packing cargo.

4. Pastikan Barang Tidak Bergerak di Dalam Kemasan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memberikan ruang terlalu banyak antara barang dan dinding kemasan.

Gunakan bahan pengisi pada bagian yang kosong agar barang tetap berada pada posisinya. Tujuannya bukan membuat kemasan penuh, tetapi menjaga muatan tetap stabil.

Jika satu kardus berisi beberapa barang, gunakan pemisah apabila barang berpotensi saling berbenturan. Barang yang lebih berat juga sebaiknya tidak diletakkan di atas barang yang lebih ringan atau mudah pecah.

Untuk cargo dengan banyak koli, pengelompokan dan penyusunan yang rapi akan membantu proses handling.

5. Berikan Label Pengiriman dengan Jelas

Cargo besar dapat melewati beberapa titik penanganan sebelum diterima pelanggan. Karena itu, informasi pada kemasan harus mudah dibaca.

Label dapat mencantumkan:

  1. Nama pengirim
  2. Nama penerima
  3. Nomor telepon penerima
  4. Kota tujuan
  5. Nomor atau referensi pengiriman
  6. Keterangan penanganan khusus jika diperlukan

Untuk barang tertentu, tanda seperti FRAGILE, THIS SIDE UP, atau JANGAN DITUMPUK dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Jika satu pengiriman terdiri dari beberapa koli, setiap koli sebaiknya memiliki identitas yang jelas agar lebih mudah dicocokkan dengan data pengiriman.

6. Ukur Berat dan Dimensi Setelah Packing

Berat dan ukuran sebaiknya diperiksa kembali setelah seluruh proses pengemasan selesai.

Peti kayu, kardus tambahan, palet, bubble wrap, dan material pelindung lainnya dapat mengubah berat maupun dimensi akhir cargo.

Karena itu, jangan hanya menggunakan ukuran barang sebelum dikemas. Catat ukuran dan berat setelah barang berada dalam kondisi siap dikirim.

Data tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengecekan biaya melalui cek ongkir BJA Logistic.

7. Pisahkan Barang Berdasarkan Karakteristiknya

Jika satu pengiriman terdiri dari berbagai jenis barang, jangan langsung mencampurkannya tanpa mempertimbangkan karakter masing-masing.

Barang pecah belah sebaiknya dipisahkan dari barang berat. Barang yang berpotensi bocor juga perlu mendapatkan perlindungan tambahan agar tidak merusak muatan lainnya.

Untuk pengiriman dalam jumlah banyak, barang dapat dikelompokkan berdasarkan jenis, ukuran, atau kebutuhan penanganannya.

Jika muatan sudah cukup besar, metode pengiriman juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan karakter barang. Anda dapat membaca perbedaan FCL dan LCL sebelum menentukan metode pengiriman.

8. Perhatikan Bagian Bawah dan Titik Angkat

Pada cargo berat, kekuatan bagian bawah kemasan tidak boleh diabaikan.

Peti atau kemasan berukuran besar harus mampu menopang berat barang dari bawah. Posisi muatan juga perlu dibuat stabil agar tidak mudah bergeser ketika dipindahkan.

Perhatikan pula bagaimana kemasan akan diangkat atau dipindahkan. Bentuk kemasan yang menyulitkan proses handling dapat meningkatkan risiko kerusakan.

Jadi, tips packing cargo laut untuk barang besar bukan hanya soal menggunakan material yang tebal. Struktur kemasan, posisi barang, dan cara pemindahannya juga perlu diperhitungkan.

9. Sesuaikan Pengemasan dengan Rangkaian Pengiriman

Pengiriman ke Indonesia Timur dapat melibatkan lebih dari satu moda transportasi. Cargo bisa melewati perjalanan darat menuju gudang atau pelabuhan, proses konsolidasi, bongkar muat, perjalanan laut, kemudian distribusi kembali di wilayah tujuan.

Karena itu, kemasan perlu dirancang untuk menghadapi seluruh rangkaian tersebut.

Kemasan yang kuat ketika berada di kendaraan belum tentu cukup untuk menghadapi beberapa kali pemindahan. Semakin banyak proses handling, semakin penting memastikan kemasan tetap tertutup, kokoh, dan memiliki identitas yang jelas.

BJA Logistic melayani pengiriman cargo ke berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua, Maluku, NTT, dan Sulawesi. Untuk melihat layanan yang tersedia, Anda dapat mengunjungi layanan BJA Logistic.

Kesalahan Pengemasan yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa kesalahan sederhana dapat meningkatkan risiko kerusakan cargo, seperti:

  1. Menggunakan kardus yang sudah rusak atau lembap.
  2. Membiarkan barang bergerak bebas di dalam kemasan.
  3. Tidak memberikan perlindungan tambahan pada barang mudah pecah.
  4. Mengabaikan perlindungan terhadap kelembapan.
  5. Tidak mencantumkan identitas penerima dengan jelas.
  6. Tidak mengukur ulang barang setelah proses pengemasan.
  7. Menggunakan kemasan yang tidak sesuai dengan berat cargo.

Untuk barang besar, masalah kemasan sebaiknya diselesaikan sebelum cargo masuk ke proses pengiriman.

FAQ

Apakah semua cargo laut harus menggunakan peti kayu?

Tidak. Jenis kemasan harus disesuaikan dengan jenis, berat, ukuran, dan tingkat kerentanan barang. Peti kayu digunakan ketika barang membutuhkan perlindungan fisik tambahan.

Apakah barang elektronik membutuhkan perlindungan tambahan?

Ya. Barang elektronik dapat diberi perlindungan terhadap benturan dan kelembapan menggunakan material yang sesuai dengan karakter barang.

Kapan berat dan ukuran cargo harus diukur?

Sebaiknya setelah seluruh proses packing selesai. Dengan demikian, data yang digunakan merupakan berat dan dimensi akhir cargo yang benar-benar akan dikirim.

Apakah kemasan dapat memengaruhi biaya pengiriman?

Bisa. Penambahan peti kayu, palet, atau material pelindung dapat mengubah berat dan dimensi akhir. Karena itu, data pengiriman sebaiknya diperiksa kembali setelah pengemasan selesai.

Kesimpulan

Tips packing cargo laut yang paling penting adalah memilih kemasan berdasarkan karakter barang, memberikan perlindungan di bagian dalam, menjaga muatan dari kelembapan, mengurangi ruang kosong, serta memastikan label pengiriman mudah dibaca.

Untuk cargo besar, persiapan kemasan juga perlu mempertimbangkan seluruh rangkaian distribusi. Barang dapat melewati gudang, konsolidasi, transportasi darat, bongkar muat, perjalanan laut, hingga distribusi di kota tujuan.

Dengan persiapan yang tepat, barang memiliki perlindungan yang lebih baik selama proses pengiriman. Jika Anda ingin mengirim cargo minimal 100 kg ke Papua, Maluku, NTT, atau Sulawesi, siapkan jenis barang, berat, dimensi, dan kota tujuan agar kebutuhan pengiriman dapat diperiksa dengan lebih tepat.

tips packing cargo lautpacking cargocargo lautpacking barang besarpengiriman cargologistik Indonesia Timurcargo Papua
Zahra

Ditulis oleh

Zahra

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
TeleponWhatsApp