Pernah kaget lihat tagihan ongkir lebih mahal dari perkiraan, padahal berat barangmu di timbangan cuma segitu-segitu aja? Kemungkinan besar itu karena cara hitung volume barang — bukan berat aktual — yang jadi dasar perhitungan tarif. Ini bukan trik ekspedisi buat naikin harga, tapi prinsip logistik dasar: kapal dan truk dibatasi ruang, bukan cuma daya angkut berat. Barang ringan tapi makan tempat besar (sofa, kasur, boks kosong) tetap "mahal" secara ruang meski ringan secara timbangan.Paham cara hitung volume barang dari awal membantu kamu memperkirakan biaya dengan akurat sebelum konfirmasi pengiriman, bukan kaget belakangan.Artikel ini bahas cara hitung volume berdasarkan bentuk barang, konversi ke satuan yang dipakai ekspedisi, sampai kapan berat volume yang berlaku dibanding berat aktual.
Cara Hitung Volume Berdasarkan Bentuk Barang

Barang yang dikirim punya bentuk berbeda-beda, dan cara hitungnya pun menyesuaikan.
A. Barang Berbentuk Kubus atau Balok
Untuk barang berbentuk kotak seperti kardus, peti kayu, atau box:
Rumus: Volume = Panjang (P) × Lebar (L) × Tinggi (T)
Contoh: kardus ukuran 50 cm × 40 cm × 30 cm Volume = 50 × 40 × 30 = 60.000 cm³ (setara 60 liter)
B. Barang Berbentuk Silinder (Tabung)
Untuk barang seperti drum atau pipa:
Rumus: Volume = π × r² × T (π = 3,14, r = jari-jari, T = tinggi)
Contoh: drum diameter 60 cm, tinggi 100 cm (jari-jari = 30 cm) Volume = 3,14 × (30²) × 100 = 282.600 cm³ (setara 282,6 liter)
Barang berbentuk tabung biasanya butuh packing khusus supaya tidak gampang terguling saat pengiriman.
C. Barang Berbentuk Tidak Beraturan
Untuk barang seperti mesin atau furnitur yang bentuknya tidak beraturan, cara paling praktis adalah menghitung volume perkiraan berdasarkan dimensi terluar barang — anggap barang tersebut masuk dalam satu balok/kotak, lalu hitung seperti barang berbentuk balok.
Contoh: dimensi terluar 70 cm × 60 cm × 90 cm Volume = 70 × 60 × 90 = 378.000 cm³ (setara 378 liter)
Karena bentuknya tidak beraturan, metode dimensi terluar ini yang paling umum dipakai ekspedisi untuk menghitung biaya pengiriman. Kalau barangmu perlu penanganan khusus seperti peti kayu, cek juga cara packing kayu yang baik untuk pengiriman cargo laut.
Konversi ke Meter Kubik (m³) untuk Pengiriman Cargo
Di dunia logistik, volume biasanya dinyatakan dalam meter kubik (m³), terutama untuk pengiriman via laut.
Rumus konversi: Volume (m³) = Volume (cm³) ÷ 1.000.000
Contoh: barang dengan volume 378.000 cm³ 378.000 ÷ 1.000.000 = 0,378 m³
Kalau ekspedisi menghitung tarif berdasarkan m³ (umum untuk cargo laut skala besar), angka inilah yang jadi dasar perhitungan.
Berat Volume (Dimensional Weight): Kapan Ini Dipakai?
Selain kubikasi, banyak ekspedisi — terutama untuk cargo darat/laut dan udara — juga pakai sistem berat volumetrik, di mana tarif dihitung berdasarkan dimensi, bukan cuma berat aktual timbangan.
Rumus: Berat Volume = (P × L × T) ÷ Faktor Pembagi
Faktor pembagi bervariasi tergantung jenis ekspedisi dan moda: umumnya sekitar 4.000-6.000 untuk cargo darat/laut, dan 5.000-6.000 untuk cargo udara — selalu konfirmasi angka pastinya ke penyedia jasa yang kamu pakai.
Contoh: kardus ukuran 50 cm × 40 cm × 30 cm, berat aktual 8 kg.
- Dengan pembagi 6.000: (50 × 40 × 30) ÷ 6.000 = 10 kg
- Dengan pembagi 5.000: (50 × 40 × 30) ÷ 5.000 = 12 kg
Karena hasil berat volume (10 atau 12 kg) lebih besar dari berat aktual (8 kg), tarif dihitung berdasarkan berat volume, bukan berat aktual — ini prinsip yang berlaku umum: mana yang lebih besar nilainya, itu yang dipakai.
Tips Supaya Hemat Biaya Pengiriman

- Ukur dari sisi terluar barang, termasuk kemasan — bukan cuma isi barangnya.
- Kalau kirim banyak koli, hitung volume tiap koli lalu totalkan semuanya, jangan cuma hitung satu sampel dan dikalikan asal.
- Kalau pakai pallet, hitung dimensi setelah barang tersusun di pallet dan selesai packing.
- Selalu siapkan dua data sekaligus — berat aktual di timbangan DAN dimensi barang — sebelum cek ongkir.
- Konfirmasi faktor pembagi yang dipakai ke ekspedisi yang kamu ajak kerja sama, karena angkanya bisa beda-beda antar penyedia jasa. Kalau proses pengiriman kamu melibatkan banyak tahap, cek juga 8 prosedur pengiriman barang dari produsen ke customer biar gambaran alurnya lebih lengkap.
FAQ Seputar Cara Hitung Volume Barang
Kenapa ongkir saya dihitung dari volume, bukan berat aktual? Karena barang ringan tapi besar tetap memakan ruang muat yang sama besarnya dengan barang berat, sehingga tarif berbasis volume lebih adil mencerminkan biaya operasional pengiriman.
Bagaimana cara hitung volume barang yang bentuknya tidak beraturan? Anggap barang masuk dalam satu balok/kotak berdasarkan dimensi terluarnya, lalu hitung seperti barang berbentuk balok biasa (P × L × T).
Apa beda berat volume dan kubikasi (m³)? Berat volume mengonversi dimensi jadi satuan kilogram untuk dibandingkan dengan berat aktual. Kubikasi menghitung volume dalam meter kubik, biasanya dipakai untuk tarif cargo laut skala besar yang dihitung per m³.
Berapa faktor pembagi yang dipakai untuk cargo laut? Bervariasi tergantung ekspedisi, umumnya di kisaran 4.000-6.000 — selalu konfirmasi angka pastinya ke tim ekspedisi yang kamu pakai.
Apakah saya perlu menghitung sendiri sebelum konfirmasi ke ekspedisi? Tidak wajib, tapi membantu kamu punya ekspektasi biaya yang lebih akurat. Kebanyakan penyedia jasa cargo, termasuk BJA Logistic, bisa bantu hitungkan berdasarkan data dimensi dan berat yang kamu berikan.
Konfirmasi Perhitungan Volume Cargo Kamu Bareng BJA Logistic
Daripada bingung hitung sendiri, tim BJA Logistic siap bantu hitungkan volume dan berat barangmu secara akurat sebelum konfirmasi pengiriman — cukup siapkan data dimensi (panjang, lebar, tinggi) dan berat aktual barangmu.
Hubungi tim BJA Logistic di WhatsApp 0815-1333-5157 untuk konsultasi dan estimasi biaya kirim cargo ke Papua, Maluku, NTT, dan Sulawesi.
Cek tarif ekspedisi Jakarta ke berbagai kota di Papua — atau lihat cakupan layanan cargo laut BJA Logistic selengkapnya.


