Apa itu Tol Laut? Ini Pengertian nya

Pernah dengar istilah “Tol Laut“? Mungkin banyak yang masih bingung tentang apa sih sebenarnya tol laut itu dan kenapa pemerintah membuat program ini. Tol Laut Indonesia—dari pengertiannya, sejarahnya, manfaatnya, hingga tantangan yang dihadapi.

Pengertian Tol Laut: Bukan Jalan Tol yang Sebenarnya di Laut!

Pertama-tama, kita perlu clarify istilah ini. Jangan bayangkan bahwa tol laut itu adalah jalan tol yang dibangun di tengah-tengah laut—bukan! Konsep tol laut adalah sesuatu yang jauh lebih smart dan efficient daripada itu.

Tol Laut adalah konsep pengangkutan logistik kelautan di Indonesia yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo. Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Indonesia. Lebih spesifik lagi, tol laut adalah jalur pelayaran bebas hambatan yang menghubungkan hampir seluruh pelabuhan di Indonesia sehingga jalur tempat kapal berlayar tidak padat.

Jadi, tol laut itu adalah jalur pelayaran—bukan infrastruktur fisik di laut seperti jalan tol biasa. Yang ada adalah sistem transportasi laut yang terorganisir dengan baik, menggunakan kapal-kapal khusus berkapasitas besar, dan menghubungkan berbagai pelabuhan penting di seluruh Indonesia.

Bayangkan gini: jika dahulu kapal-kapal bekerja semaunya sendiri dan padat-padatan di jalur tertentu, dengan tol laut ini ada sistem yang terstruktur dan efisien. Kapal-kapal yang ditunjuk berjalan sesuai jadwal tetap, mengantar barang dengan sistem yang transparan, dan biayanya lebih murah karena subsidi pemerintah.

Sejarah Tol Laut: Dari Pendulum Nusantara hingga Kenyataan

Untuk memahami tol laut sepenuhnya, kita perlu lihat sejarahnya. Program ini tidak muncul begitu saja tanpa latar belakang.

Cikal bakal program untuk merata pembangunan tersebut sebenarnya berasal dari konsep Pendulum Nusantara yang dicetuskan pada tahun 2012 sebagai kelanjutan dari Sistem Logistik Nasional. Konsep Pendulum Nusantara ini dirancang untuk membuat rute pelayaran yang beroperasi seperti pendulum—berangkat dari satu ujung, kemudian kembali lagi secara teratur dan konsisten.

Pada awalnya, Pendulum Nusantara direncanakan akan melewati enam pelabuhan utama di Indonesia: Belawan, Jakarta, Surabaya, Batam, Makassar, dan Sorong. Konsep ini lumayan revolutionary untuk waktu itu karena mengubah cara distribusi logistik di Indonesia.

Pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo mengusulkan Program Tol Laut sebagai pengganti program Pendulum Nusantara untuk mengurangi perbedaan harga barang, terutama di pulau-pulau kecil dan daerah perbatasan yang masuk dalam kategori kawasan Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan (3TP).

Jadi tol laut adalah evolusi dari Pendulum Nusantara yang lebih fokus dan terukur. Program ini resmi diluncurkan pada tahun 2015 sebagai bagian dari visi Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan bagian dari agenda Nawacita-nya.

Baca juga: Mau Bisnismu Cepat Tumbuh? Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini!

Tujuan Utama Tol Laut

Kenapa pemerintah membuat program tol laut? Ada banyak tujuan strategis di balik inisiatif ini:

  1. Menghubungkan Pelabuhan-Pelabuhan Besar

Program ini dirancang untuk membuat sistem transportasi laut yang terstruktur dan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia. Dengan cara ini, ada regulasi dan efisiensi dalam aliran barang antar pulau.

  1. Menurunkan Harga Barang, Terutama di Wilayah Timur

Salah satu tujuan paling penting adalah menekan kesenjangan harga antara wilayah Barat dan Timur Indonesia. Sebelum tol laut, barang-barang di Indonesia Timur bisa dua kali lipat lebih mahal karena biaya transportasi yang tinggi dan jalur distribusi yang tidak efisien.

  1. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dengan harga barang yang lebih murah, khususnya barang-barang kebutuhan pokok, masyarakat Indonesia—terutama yang tinggal di daerah terpencil—akan merasakan peningkatan kesejahteraan.

  1. Memperkuat Indonesia sebagai Negara Maritim

Program tol laut juga bagian dari upaya Indonesia untuk mengoptimalkan potensi maritimnya dan menjadi poros maritim dunia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan perairan yang luas, jadi memanfaatkan jalur laut sebagai rute utama distribusi adalah strategi yang sangat smart.

  1. Pemerataan Pembangunan

Tol laut dirancang untuk membawa pembangunan ekonomi ke daerah-daerah yang selama ini tertinggal. Dengan akses distribusi yang lebih baik, daerah-daerah pelosok bisa berkembang ekonominya.

tol laut

Rute dan Trayek Tol Laut

Sekarang, kita masuk ke bagian spesifik tentang rute-rute tol laut. Contoh pelabuhan terkenal yang sudah terhubung dengan tol laut antara lain pelabuhan Tanjung Perak dengan Tanjung Priok dan Pelabuhan Sorong dengan Pelabuhan Tanjung Perak.

Program tol laut mencakup 34 rute (disebut trayek) yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa trayek yang paling penting antara lain:

Trayek Utama:

H-1: Tanjung Perak – Makassar – Tahuna – Tanjung Perak

Ini adalah salah satu trayek utama yang menghubungkan Surabaya (Tanjung Perak) dengan Makassar, melewati Sulawesi. Rute ini penting karena menghubungkan dua hub logistik besar.

Trayek Jakarta – Surabaya

Rute antara Tanjung Priok (Jakarta) dan Tanjung Perak (Surabaya) adalah rute yang paling ramai dan penting karena menghubungkan dua kota logistik terbesar di Indonesia.

Trayek Sorong – Tanjung Perak

Rute ini menghubungkan Papua Barat (Sorong) dengan Surabaya, yang sangat penting untuk mendistribusikan barang ke wilayah paling timur Indonesia.

Trayek ke Nusa Tenggara Timur dan Maluku

Ada beberapa trayek yang melayani wilayah NTT dan Maluku, yang merupakan daerah paling terpencil dan membutuhkan dukungan distribusi paling besar.

Pada tahun anggaran 2023 sampai bulan Juli 2023, telah dilakukan penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk Tol Laut dengan hasil sebagai berikut: Telah dilayani 115 pelabuhan dalam 39 trayek Tol Laut menggunakan 38 kapal Tol Laut.

Wow! Itu berarti sistem tol laut sudah mencakup 115 pelabuhan dan 39 trayek berbeda. Jangkauan-nya sangat luas!

Kapal-Kapal Tol Laut

Kapal-kapal yang digunakan untuk melintasi jalur pelayaran bebas hambatan ini bukan kapal biasa, melainkan kapal khusus dengan kapasitas dan volume sangat besar. Demi efisiensi, pengangkutan yang dilakukan sekalian banyak, mengingat perjalanan ini akan melewati laut luas antar provinsi.

Kapal-kapal yang digunakan dalam program tol laut dipilih secara khusus agar mampu mengangkut volume barang yang besar dengan efisien. Kapal-kapal ini biasanya adalah jenis kapal roro (roll-on roll-off) yang bisa mengangkut kendaraan, atau kapal kargo yang bisa membawa berbagai jenis barang.

Pelni sebagai operator utama memiliki beberapa kapal legendaris yang melayani rute tol laut, seperti KM Egon, KM Wilis, dan kapal-kapal lainnya yang sudah kami bahas sebelumnya di artikel-artikel sebelumnya!

Manfaat Tol Laut: Dampak Positif yang Nyata

Manfaat tol laut sangat extensive dan bisa dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Mari kita lihat manfaat-manfaat tersebut secara detail:

1. Penurunan Harga Barang yang Signifikan

Ini adalah manfaat yang paling langsung dirasakan masyarakat. Pada tahun 2017 saat adanya tol laut berpengaruh pada penurunan nilai indeks harga untuk barang komoditas. Secara nasional, diperkirakan program ini mengurangi harga barang dasar dan bahan makanan sebesar rata-rata 30%.

30% itu angka yang sangat signifikan! Artinya, barang yang sebelumnya Rp 100 ribu bisa jadi Rp 70 ribu. Untuk barang-barang kebutuhan pokok, penghematan ini sangat berarti bagi keluarga-keluarga yang penghasilannya terbatas.

2. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Dengan harga barang lebih murah, daya beli masyarakat meningkat. Mereka bisa membeli barang lebih banyak dengan uang yang sama, atau bisa mengalokasikan uangnya untuk kebutuhan lain seperti pendidikan atau kesehatan.

3. Pemerataan Kesejahteraan Antar Wilayah

Sebelum tol laut, ada ketimpangan besar antara harga barang di Jawa dan di luar Jawa. Dengan sistem distribusi yang lebih efisien, kesenjangan ini bisa dikurangi, sehingga menciptakan pemerataan pembangunan ekonomi.

4. Peningkatan Nilai Ekonomi Daerah Lokal

Tol laut membuka akses pasar bagi produk-produk lokal. Nelayan, petani, dan pengrajin lokal bisa dengan mudah mendistribusikan produk mereka ke pasar yang lebih luas.

Tol Laut juga telah mendukung distribusi pada Sistem Logistik Ikan Nasional di 12 lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) pada daerah tertinggal, terpencil, terluar dan daerah perbatasan (3TP). Ini sangat penting karena membantu nelayan di daerah terpencil bisa menjual hasil tangkapan mereka dengan lebih mudah dan ke pasar yang lebih luas.

5. Pengurangan Biaya Logistik Nasional

Sebelum tol laut, biaya logistik Indonesia adalah yang paling tinggi di Asia Tenggara. Dengan adanya program ini, biaya logistik berkurang signifikan, yang membuat produk-produk Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

6. Penciptaan Lapangan Kerja

Program tol laut membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor—dari operator kapal, logistics manager, hingga pekerja di pelabuhan-pelabuhan. Melalui program ini, diharapkan jumlah pengangguran di Indonesia berkurang karena infrastruktur dari setiap wilayah Indonesia diperbaiki maka kualitas tempat wisata pun ikut meningkat sehingga membuka lapangan kerja baru.

7. Penguatan Posisi Indonesia sebagai Negara Maritim

Tol laut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang kuat. Dengan mengoptimalkan jalur laut, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memanfaatkan potensi maritim sebagai kekuatan ekonomi nasional.

Baca juga: Cara Menentukan Harga Produk yang Paling Menguntungkan!

Sistem Operasional Tol Laut

Bagaimana cara tol laut bekerja? Ada sistem yang terstruktur di baliknya:

1. Penetapan Rute dan Jadwal

Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, menetapkan rute-rute tol laut dan jadwal-jadwal kapal yang konsisten. Ini memastikan bahwa kapal-kapal datang dan pergi sesuai jadwal yang sudah ditentukan, bukan sesuai kebutuhan pasar yang tidak pasti.

2. Subsidi Pemerintah

Tol laut adalah program subsidi pemerintah. Artinya, pemerintah memberikan dukungan finansial kepada operator kapal agar mereka bisa menjalankan rute-rute tol laut dengan tarif yang lebih murah daripada bisnis normal.

Pola subsidi yang diberikan adalah melalui subsidi operasional kapal, subsidi petikemas, subsidi muatan. Dengan cara ini, biaya pengiriman bisa ditekan, dan kapal-kapal tol laut bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif.

3. Sistem Informasi Logistik Terintegrasi

Ada sistem informasi yang disebut SITOLAUT (Sistem Informasi Tol Laut) yang memungkinkan pelacakan barang secara real-time. Pengirim dan penerima bisa memantau di mana barang mereka berada kapan saja.

4. Optimalisasi Muatan Balik

Salah satu konsep penting dalam tol laut adalah “muatan balik”. Artinya, kapal tidak boleh berlayar kosong. Kalau kapal berisi barang-barang dari Jawa ke Indonesia Timur, maka saat kembali kapal harus dibawa barang dari Indonesia Timur ke Jawa (misalnya hasil pertanian atau ikan).

Dengan konsep ini, efisiensi transportasi meningkat karena kapal selalu penuh, baik saat pergi maupun saat kembali.

tol laut

Tantangan dan Kritik Terhadap Tol Laut

Meskipun tol laut adalah program yang bagus, bukan berarti tidak ada tantangan atau kritik. Mari kita lihat hambatan-hambatan yang dihadapi:

1. Kapal-Kapal Nasional yang Terbatas

Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan kapal nasional yang memadai. Kementerian Perhubungan pada tahun 2019 mencatat, Indonesia tercatat memiliki sekitar 32.587 kapal yang terdaftar secara resmi, tetapi sebagian besar kapal tersebut sudah berusia tua.

Kapal-kapal tua ini kurang efisien dan memerlukan perawatan yang sering. Ini menambah biaya operasional dan menurunkan kualitas pelayanan.

2. Dependensi Terhadap Impor Komponen Kapal

Program ini dikritik karena beberapa alasan. Salah satunya adalah bahwa program tersebut tidak membantu industri pelayaran Indonesia. Meskipun sebagian besar kapal dibangun di Indonesia, sekitar 60-75% komponen kapal masih diimpor pada tahun 2018.

Ini berarti meskipun kapal dibangun di Indonesia, masih banyak komponen yang harus diimpor dari luar, yang menambah biaya dan kurang mendukung industri lokal.

3. Perawatan dan Perbaikan Kapal

Pelabuhan lokal juga jarang digunakan untuk perbaikan dan perawatan, dan hanya 10% kapal baru yang menggunakan pelabuhan lokal. Dalam perawatan dan perbaikan, 80% permintaan perawatan dan perbaikan berasal dari kapal yang dioperasikan oleh pemerintah, menunjukkan kurangnya bisnis oleh negara pelayaran swasta.

Ini berarti industri galangan kapal lokal dan layanan perawatan kapal swasta belum bisa fully termanfaatkan.

4. Biaya Logistik Masih Tinggi Dibandingkan Negara Lain

Pada tahun 2020, biaya logistik di Indonesia tercatat sebagai yang termahal di Asia, dengan kinerja logistik Indonesia menduduki peringkat ke 46. Ini menunjukkan bahwa meskipun tol laut sudah membantu, Indonesia masih perlu banyak perbaikan untuk menjadi competitive dengan negara-negara lain.

5. Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat yang Rendah

Banyak masyarakat dan pengusaha lokal yang masih belum fully paham tentang keuntungan menggunakan tol laut. Beberapa masih lebih prefer menggunakan jalur distribusi lama yang mereka kenal, meskipun lebih mahal.

6. Kendala Infrastruktur Pelabuhan

Tidak semua pelabuhan memiliki infrastruktur yang cukup modern. Beberapa pelabuhan di daerah terpencil masih memiliki fasilitas yang terbatas, yang membuat proses loading-unloading menjadi lambat.

Perkembangan Terbaru Tol Laut (2023-2026)

Program tol laut terus berkembang. Pemerintah terus menambah jumlah trayek, meningkatkan kualitas kapal, dan mengoptimalkan sistem. Beberapa perkembangan terbaru antara lain:

1. Peningkatan Jumlah Trayek dan Kapal

Dari data 2023, sudah ada 39 trayek tol laut dengan 38 kapal yang beroperasi. Angka ini terus bertambah seiring pemerintah terus mengembangkan program.

2. Optimalisasi Muatan Balik

Pemerintah dan operator kapal terus fokus pada optimalisasi muatan balik. Program ini membantu produk-produk lokal dari Indonesia Timur (seperti kopra, ikan, hasil pertanian) bisa didistribusikan ke pasar yang lebih luas.

3. Digitalisasi dan Sistem Informasi

SITOLAUT (Sistem Informasi Tol Laut) terus ditingkatkan untuk memberikan informasi yang lebih real-time dan transparan kepada pengguna jasa.

4. Kerjasama dengan Sektor Swasta

Pemerintah semakin membuka peluang bagi sektor swasta untuk berpartisipasi dalam program tol laut, baik sebagai operator kapal maupun penyedia layanan pendukung lainnya.

Target Pemerintah Mengenai Biaya Logistik

Pemerintah menargetkan dengan keberadaan program Tol Laut biaya logistik harus di turunkan 6% – dari 23% menjadi 17%.

Target ini adalah ambisius tapi realistis. Jika tercapai, akan berarti signifikan pengurangan biaya logistik nasional, yang kemudian akan diterjemahkan menjadi harga barang yang lebih murah dan daya saing yang lebih baik.

Peran Indonesia sebagai Negara Maritim

Tol laut adalah bagian integral dari visi Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Indonesia memiliki beberapa keunggulan maritim yang unik:

  • Negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.480 pulau
  • Panjang garis pantai terpanjang ke-4 di dunia
  • 70% luas negara adalah lautan
  • Posisi strategis di antara benua Asia dan Australia

Dengan memanfaatkan keunggulan-keunggulan ini melalui program tol laut, Indonesia bisa mengubah kelautan menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Baca juga: Jenis-Jenis Layanan Logistik (1PL–5PL) yang Harus Anda Ketahui

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanya

Q: Apakah tol laut menambah harga barang atau malah menguranginya?

A: Tol laut mengurangi harga barang! Karena program ini adalah subsidi pemerintah, biaya pengiriman jadi lebih murah, dan harga barang di pelanggan akhir juga turun.

Q: Bagaimana cara menggunakan layanan tol laut?

A: Kamu bisa menghubungi operator kapal tol laut atau melalui agent logistik yang menyediakan layanan tol laut. Mereka akan mengatur pengiriman barangmu melalui rute tol laut.

Q: Apakah semua barang bisa dikirim melalui tol laut?

A: Mayoritas barang bisa, tetapi ada beberapa barang yang dilarang atau memerlukan izin khusus (seperti bahan berbahaya). Tanya ke operator kapal tentang barang spesifikmu.

Q: Berapa lama estimasi waktu pengiriman melalui tol laut?

A: Tergantung rute spesifiknya. Dari hasil observasi, perjalanan antar pulau biasanya butuh 2-10 hari tergantung jarak dan jumlah pelabuhan yang disinggahi.

Q: Apakah tol laut aman untuk barang berharga?

A: Ya, kapal tol laut dilengkapi dengan sistem keamanan yang baik. Tapi untuk barang sangat berharga, kamu bisa request asuransi tambahan.

Tol Laut sebagai Game Changer

Tol laut adalah program yang transformative untuk Indonesia. Dengan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh nusantara, menutrunkan harga barang, dan menciptakan lapangan kerja baru, program ini benar-benar mengubah cara Indonesia berdistribusi barang.

Meskipun masih ada tantangan-tantangan yang perlu diatasi—seperti ketersediaan kapal, infrastruktur pelabuhan, dan kesadaran masyarakat—momentum program ini sangat positif. Semakin banyak orang yang paham dan menggunakan tol laut, semakin efisien sistem distribusi Indonesia, dan semakin sejahtera masyarakat Indonesia.

Jadi, tol laut bukan hanya sekadar program logistik biasa. Ini adalah investasi pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran, memperkuat posisi maritim, dan mewujudkan Indonesia yang lebih makmur dan merata. Semoga terus berkembang dan makin bermanfaat bagi semua!

Informasi dalam artikel ini berdasarkan data dan sumber-sumber resmi dari Kementerian Perhubungan, Pelni, dan berbagai studi tentang tol laut Indonesia. Data diperbarui hingga tahun 2023-2026.

5/5 - (1 vote)

Sleman

Gunung Kidul

Bantul

Jogja

Bangkalan

Pamekasan

Banyuwangi

Bondowoso

Situbondo

Jember

Atambua

Kefamenanu

Kupang

Soe

Lembata

Adonara

Larantuka

Maumere

Ende

Nagekeo

Bolaang Mongondow

Tahunan

Tondano

Tomohon

Kota Mubago

Bitung

Gorontalo

Kolaka

Konawe Selatan

Tojo Una-una

Maba

Weda

Bacan

Weda

Tidore

Tobelo

Jailolo

Ternate

Tual

Tiakur

Aimas

Papua

Raja Ampat

Sorong

Bintuni

Manokwari

Kaimana

Fakfak

Serui

Sentani