🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫
Pengetahuan Logistik & Kargo

Kenapa Jasa Frozen Cargo Masih Jarang di Indonesia?

ZahraOleh: Zahra··5 menit baca
Truk frozen cargo dengan sistem pendingin untuk mengangkut barang beku

Jasa frozen cargo masih terbatas di Indonesia karena membutuhkan armada berpendingin, pengawasan suhu, penanganan khusus, dan biaya operasional yang lebih tinggi. Artikel ini membahas jenis truk frozen cargo, kelebihan dan kekurangannya, kendala distribusi cold chain, hingga pilihan pengiriman untuk produk beku.

Kenapa Jasa Frozen Cargo Masih Jarang di Indonesia?

Pernah bingung mencari jasa ekspedisi yang mau menerima barang frozen seperti daging, seafood, es krim, atau makanan beku untuk dikirim antarkota dan antarprovinsi?

Memang, jasa frozen cargo belum sebanyak ekspedisi reguler. Alasannya bukan sekadar karena barang beku lebih sulit dikirim, tetapi karena pengirimannya membutuhkan kendaraan, peralatan, dan penanganan khusus dari awal sampai barang tiba di tujuan.

Berikut beberapa alasan kenapa layanan frozen cargo masih cukup terbatas di Indonesia.

1. Membutuhkan Infrastruktur Khusus

Barang frozen tidak bisa begitu saja dimasukkan ke truk biasa. Suhu harus dijaga selama perjalanan agar produk tidak mencair atau mengalami penurunan kualitas.

Karena itu, pengiriman biasanya membutuhkan refrigerated truck (reefer truck), freezer box, atau fasilitas cold chain lainnya.

Armada tersebut membutuhkan investasi yang jauh lebih besar dibandingkan kendaraan logistik biasa. Sistem pendinginnya juga harus dirawat secara rutin agar tetap bekerja selama perjalanan.

Inilah salah satu alasan kenapa tidak semua perusahaan ekspedisi menyediakan layanan frozen cargo.

Apa Itu Truk Frozen Cargo?

Truk frozen cargo atau refrigerated truck adalah kendaraan yang dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga suhu muatan selama proses pengiriman.

Berbeda dengan truk biasa, kendaraan ini dirancang agar suhu di ruang muat tetap berada pada kondisi yang sesuai dengan karakter barang.

Jenis Truk Frozen Cargo Berdasarkan Suhu

1. Chiller Truck (sekitar 0°C hingga +8°C)

Biasanya digunakan untuk produk yang membutuhkan suhu dingin tetapi tidak dalam kondisi beku, seperti:

  1. Buah dan sayuran
  2. Susu dan produk olahannya
  3. Minuman tertentu
  4. Makanan segar

2. Freezer Truck (sekitar -18°C hingga -25°C)

Digunakan untuk produk yang harus tetap beku, misalnya:

  1. Daging beku
  2. Seafood
  3. Es krim
  4. Nugget
  5. Sosis dan makanan olahan beku

3. Multi-temperature Truck

Jenis ini memiliki ruang atau kompartemen dengan pengaturan suhu berbeda. Penggunaannya cocok untuk pengiriman beberapa jenis produk yang membutuhkan kondisi penyimpanan berbeda dalam satu perjalanan.

Kelebihan Menggunakan Truk Frozen Cargo

1. Suhu Barang Lebih Terjaga

Sistem pendingin membantu mempertahankan kondisi produk selama perjalanan sehingga risiko barang mencair, rusak, atau mengalami penurunan kualitas dapat ditekan.

2. Bisa Menangani Produk yang Sensitif

Truk berpendingin banyak digunakan untuk kebutuhan industri makanan dan produk lain yang membutuhkan pengendalian suhu selama distribusi.

3. Bisa Digunakan untuk Pengiriman Jarak Jauh

Dengan perencanaan rute dan pengawasan suhu yang baik, barang frozen dapat dikirim antarkota bahkan antarwilayah.

Untuk pengiriman lintas pulau, penggunaan truk berpendingin juga perlu disesuaikan dengan moda transportasi lanjutan, jadwal kapal, serta fasilitas cold chain di titik transit.

4. Mendukung Kebutuhan Distribusi Bisnis

Bagi produsen makanan beku, distributor, restoran, hingga pemasok supermarket, kendaraan berpendingin menjadi bagian penting dari rantai distribusi agar produk tetap berada dalam kondisi yang sesuai sampai ke tujuan.

Kekurangan Truk Frozen Cargo

1. Biaya Pengiriman Lebih Tinggi

Sewa kendaraan berpendingin umumnya lebih mahal daripada truk biasa. Selain biaya kendaraan, ada biaya bahan bakar, penggunaan sistem pendingin, perawatan, serta penanganan khusus selama perjalanan.

Besarnya biaya juga bergantung pada jenis kendaraan, jarak, volume barang, rute, dan kebutuhan suhu.

2. Perawatan Armada Lebih Rumit

Sistem pendingin harus diperiksa secara rutin. Gangguan pada unit pendingin selama perjalanan dapat memengaruhi kondisi barang, sehingga operator harus memiliki prosedur penanganan jika terjadi masalah.

3. Proses Bongkar Muat Harus Lebih Teratur

Barang frozen tidak ideal dibiarkan terlalu lama berada di area terbuka ketika proses bongkar muat berlangsung.

Karena itu, waktu loading dan unloading perlu diperhitungkan dengan baik. Pengemasan juga harus disesuaikan dengan karakter produk dan durasi perjalanan.

4. Armada Belum Tersedia Merata

Ketersediaan kendaraan berpendingin masih lebih banyak ditemukan di kota-kota dengan aktivitas industri dan distribusi yang tinggi.

Di daerah tertentu, jumlah armada terbatas sehingga pilihan rute lebih sedikit dan biaya pengiriman bisa menjadi lebih tinggi.

Kenapa Pengiriman Frozen Cargo Tidak Bisa Sembarangan?

Ada beberapa faktor lain yang membuat layanan ini tidak mudah dijalankan.

1. Waktu Pengiriman Harus Diperhitungkan dengan Matang

Pengiriman barang frozen membutuhkan jadwal yang lebih terkontrol. Semakin lama perjalanan, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga suhu tetap stabil.

Karena itu, pemilihan rute, jadwal keberangkatan, titik transit, hingga proses serah terima barang harus diperhitungkan sejak awal.

Untuk rute tertentu, terutama pengiriman antarpulau, kondisi cuaca dan jadwal transportasi laut juga bisa memengaruhi waktu perjalanan.

2. Distribusi Cold Chain Belum Merata

Layanan cold chain masih lebih mudah ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Sementara itu, pengiriman menuju daerah yang belum memiliki fasilitas pendingin yang memadai membutuhkan perencanaan lebih detail. Bukan hanya kendaraan saat berangkat yang perlu diperhatikan, tetapi juga kondisi penyimpanan ketika barang tiba.

3. Biaya Operasional Tinggi

Frozen cargo membutuhkan lebih banyak komponen dibandingkan pengiriman biasa.

Mulai dari kendaraan berpendingin, konsumsi bahan bakar, listrik atau bahan pendingin, perawatan mesin, tenaga operasional, hingga fasilitas penyimpanan.

Semua biaya tersebut akhirnya ikut memengaruhi tarif pengiriman.

Bagi sebagian UMKM, ongkos ini bisa terasa cukup berat sehingga mereka memilih menjangkau pasar yang masih berada di sekitar wilayah produksinya.

4. Ada Produk yang Memerlukan Persyaratan Khusus

Tidak semua produk frozen memiliki persyaratan yang sama.

Produk seperti makanan olahan, hasil perikanan, daging, atau komoditas tertentu dapat memiliki ketentuan penanganan dan dokumen yang berbeda. Karena itu, pengirim perlu memastikan jenis barang, dokumen, kemasan, serta persyaratan pengangkutannya sebelum melakukan pengiriman.

Hal ini juga menjadi pertimbangan bagi perusahaan logistik sebelum menerima suatu jenis barang.

Siapa yang Cocok Menggunakan Frozen Cargo?

Layanan frozen cargo biasanya lebih cocok untuk:

  1. Produsen makanan beku
  2. Distributor daging dan seafood
  3. Supplier restoran dan hotel
  4. Bisnis katering
  5. Produsen es krim
  6. Supermarket dan toko bahan makanan
  7. UMKM frozen food dengan pengiriman rutin

Untuk pengiriman dalam jumlah besar dan jarak jauh, penggunaan kendaraan berpendingin biasanya lebih masuk akal dibandingkan mengandalkan metode pengiriman biasa.

Apa Alternatifnya Jika Tidak Menggunakan Truk Frozen?

Untuk pengiriman dalam jumlah kecil, tidak selalu harus menggunakan satu truk penuh.

Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Frozen box atau insulated box untuk pengiriman dengan volume tertentu.
  2. Dry ice atau ice gel, sesuai kebutuhan produk dan aturan pengangkutannya.
  3. Layanan cold chain dari perusahaan yang memang memiliki fasilitas penyimpanan dan distribusi bersuhu terkendali.
  4. Pengiriman melalui jalur udara untuk barang yang membutuhkan waktu perjalanan lebih singkat.

Pemilihannya tetap harus disesuaikan dengan jenis barang, kebutuhan suhu, lama perjalanan, volume, dan tujuan pengiriman.

Jadi, Kenapa Jasa Frozen Cargo Masih Jarang?

Sederhananya, frozen cargo membutuhkan sistem yang berbeda dari pengiriman barang biasa.

Mulai dari kendaraan dan fasilitas khusus, pengendalian suhu, jadwal yang lebih teratur, sampai penanganan barang ketika loading dan unloading. Di sisi lain, infrastruktur cold chain di Indonesia juga belum tersebar merata ke semua daerah.

Itulah sebabnya jumlah penyedia jasa frozen cargo masih lebih sedikit dibandingkan ekspedisi reguler.

Namun, kebutuhan terhadap distribusi makanan beku terus berkembang. Semakin luas pasar frozen food, seafood, daging, dan produk yang membutuhkan suhu terkendali, semakin besar pula kebutuhan terhadap layanan cold chain logistics yang mampu menjangkau lebih banyak wilayah Indonesia.

frozen cargotruk frozen cargojasa frozen cargopengiriman barang frozenekspedisi frozen foodrefrigerated truckfreezer truckcold chain Indonesialogistik cold chainpengiriman makanan bekudistribusi frozen foodkendaraan berpendingin
Zahra

Ditulis oleh

Zahra

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp — kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
Hubungi BJA Logistic
1
TeleponWhatsApp