๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Pengetahuan Logistik & Kargo

Jenis-Jenis Truk untuk Pengiriman Barang

Evan Fajrianยทยท9 menit baca
Jenis truk untuk pengiriman barang cargo besar

Mengenal berbagai jenis truk untuk pengiriman barang, mulai dari bak terbuka, box, fuso, tronton, trailer hingga lowbed, serta cara memilih armada berdasarkan berat, dimensi, dan karakter cargo.

Memilih jenis truk untuk pengiriman barang tidak cukup hanya berdasarkan besar kecilnya kendaraan. Jenis barang, berat, volume, dimensi, kondisi jalan, jarak tempuh, kebutuhan perlindungan barang, serta metode bongkar muat ikut menentukan kendaraan yang paling sesuai.

Dalam operasional logistik, truk merupakan bagian penting dari transportasi darat karena menghubungkan gudang, pabrik, lokasi proyek, terminal, hingga pelabuhan. Untuk pengiriman cargo besar, pemilihan kendaraan menjadi semakin penting. Cargo seberat 1 ton dalam bentuk 20 koli tentu membutuhkan penanganan berbeda dengan mesin seberat 1 ton yang hanya terdiri dari satu unit berdimensi besar.

Pemerintah juga memiliki ketentuan mengenai penyelenggaraan angkutan barang dengan kendaraan bermotor di jalan. Salah satu rujukan resminya adalah PM 60 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Jalan dari JDIH Kementerian Perhubungan. Regulasi tersebut mencakup antara lain angkutan barang dengan kendaraan bermotor, dokumen angkutan, pengawasan muatan, hingga ketentuan terkait penyelenggaraan angkutan barang.

Berikut jenis-jenis truk yang umum digunakan dalam rantai logistik dan karakter cargo yang sesuai untuk masing-masing kendaraan.

1. Truk Bak Terbuka

Truk bak terbuka mempunyai area muatan yang tidak tertutup secara permanen. Karakter ini memberikan fleksibilitas ketika proses loading dilakukan dari bagian atas atau ketika barang memiliki bentuk yang menyulitkan penggunaan ruang tertutup.

Truk bak terbuka banyak digunakan untuk material konstruksi, besi, baja, kayu, pipa, dan peralatan proyek tertentu.

Contoh barang yang dapat diangkut

  1. Material bangunan
  2. Besi dan baja
  3. Kayu
  4. Pipa
  5. Peralatan proyek
  6. Mesin tertentu
  7. Barang dengan kebutuhan loading dari atas

Meskipun terbuka, cargo tetap harus diamankan dengan metode pengikatan yang sesuai. Terpal dapat digunakan apabila barang membutuhkan perlindungan tambahan dari hujan dan debu.

2. Truk Box

Truk box mempunyai ruang muatan tertutup yang memberikan perlindungan lebih baik terhadap paparan langsung lingkungan selama perjalanan.

Jenis kendaraan ini umum digunakan untuk barang retail, spare part, produk manufaktur, perlengkapan kantor, barang kemasan, dan stok distributor.

Namun, ukuran ruang box berbeda-beda. Karena itu, informasi berat saja tidak cukup ketika menentukan kendaraan.

Misalnya, cargo 2 ton yang terdiri dari beberapa pallet memiliki kebutuhan ruang berbeda dengan satu mesin 2 ton yang berdimensi besar.

3. Truk Engkel

Truk engkel umumnya digunakan untuk distribusi barang dalam skala yang lebih ringan dibandingkan kendaraan dengan konfigurasi lebih besar.

Kendaraan ini dapat digunakan untuk:

  1. Distribusi barang antargudang
  2. Pengiriman material
  3. Pengantaran stok toko
  4. Peralatan usaha
  5. Cargo menuju lokasi proyek

Pemilihannya tetap harus mengacu pada spesifikasi kendaraan yang tersedia dan karakter cargo, bukan hanya perkiraan jumlah barang.

4. Truk Double Engkel

Double engkel digunakan untuk kebutuhan distribusi dengan muatan yang lebih besar dibandingkan kendaraan engkel tertentu.

Sebelum menggunakan kendaraan ini, beberapa hal perlu diperiksa:

  1. Berat cargo
  2. Volume cargo
  3. Dimensi cargo
  4. Jumlah koli
  5. Kondisi jalan
  6. Akses menuju lokasi penerima

Kendaraan yang lebih besar belum tentu lebih efektif apabila lokasi penerima berada di jalan sempit atau memiliki akses terbatas.

5. Truk Fuso

Fuso banyak digunakan untuk pengangkutan cargo dan material dengan kebutuhan kapasitas yang lebih besar.

Dalam rantai logistik, fuso dapat digunakan sebagai penghubung antara gudang, pusat distribusi, pelabuhan, maupun lokasi proyek.

Contoh alurnya:

Gudang โ†’ Fuso โ†’ Pelabuhan โ†’ Kapal

atau:

Pabrik โ†’ Fuso โ†’ Pelabuhan โ†’ Lokasi Tujuan

Pemilihan kendaraan tetap harus mempertimbangkan berat, dimensi, jenis muatan, kondisi jalan, serta ketentuan angkutan barang yang berlaku.

6. Truk Tronton

Tronton merupakan kendaraan dengan ukuran dan kapasitas yang lebih besar sehingga sering digunakan untuk pengangkutan cargo dalam jumlah besar.

Contoh penggunaannya meliputi:

  1. Material konstruksi
  2. Mesin
  3. Peralatan industri
  4. Cargo proyek
  5. Barang dalam jumlah besar
  6. Muatan pallet dalam jumlah banyak

Namun, semakin besar kendaraan, semakin penting pemeriksaan akses jalan.

Jalan sempit, tikungan tajam, jembatan, portal, dan area dengan pembatasan kendaraan dapat memengaruhi kelayakan penggunaan tronton.

7. Trailer

Trailer digunakan dengan kendaraan penarik dan dapat menyediakan area muatan yang lebih besar untuk kebutuhan tertentu.

Trailer dapat digunakan untuk:

  1. Mesin industri
  2. Peralatan proyek
  3. Material konstruksi
  4. Container
  5. Cargo berdimensi besar

Untuk cargo oversized, berat bukan satu-satunya pertimbangan. Panjang, lebar, tinggi, titik angkat, dan metode loading juga perlu diketahui sejak awal.

8. Lowbed Trailer

Lowbed trailer mempunyai deck yang lebih rendah dibandingkan sejumlah konfigurasi trailer lainnya. Karakter tersebut membuatnya dapat digunakan untuk membawa alat berat atau cargo yang memiliki dimensi tinggi.

Contoh cargo yang dapat membutuhkan lowbed antara lain:

  1. Excavator
  2. Bulldozer
  3. Wheel loader
  4. Mesin industri
  5. Peralatan konstruksi
  6. Unit proyek tertentu

Untuk alat berat, informasi yang sebaiknya disiapkan adalah:

Nama unit + berat + panjang + lebar + tinggi + kondisi unit.

Jika attachment masih terpasang, dimensinya dapat berbeda dibandingkan unit yang sudah dibongkar sebagian.

9. Wingbox

Wingbox memiliki sisi ruang muatan yang dapat dibuka ke samping. Fitur tersebut memberikan akses lebih luas ketika proses loading dan unloading dilakukan menggunakan forklift atau peralatan handling lainnya.

Wingbox dapat digunakan untuk:

  1. Barang pallet
  2. Produk manufaktur
  3. Barang distributor
  4. Peralatan retail
  5. Cargo dalam kemasan

Kendaraan ini terutama bermanfaat ketika proses bongkar muat membutuhkan akses dari sisi kendaraan.

10. Truk Tangki

Truk tangki dirancang untuk membawa muatan cair menggunakan tangki khusus.

Berbeda dengan truk bak atau box, kendaraan ini memiliki ruang muatan yang disesuaikan dengan karakteristik barang cair tertentu.

Penggunaan truk tangki membutuhkan perhatian terhadap jenis muatan, spesifikasi tangki, keselamatan, serta regulasi pengangkutan. Tidak semua jenis cairan dapat diperlakukan sebagai cargo umum.

Perbedaan Truk Bak, Box, Fuso, Tronton, dan Trailer

Perbedaan utama setiap kendaraan terletak pada konfigurasi, ruang muatan, kapasitas, akses loading, dan karakter cargo yang dibawa.


Jenis kendaraan

Karakter utama

Contoh penggunaan

Bak terbuka

Ruang muatan terbuka

Material proyek

Box

Ruang muatan tertutup

Barang kemasan

Engkel

Distribusi skala lebih ringan

Barang antargudang

Double engkel

Kapasitas lebih besar

Distribusi barang

Fuso

Angkutan cargo lebih besar

Barang dan material

Tronton

Kendaraan berkapasitas besar

Cargo proyek

Trailer

Kendaraan penarik + tempelan

Container/cargo besar

Lowbed

Deck rendah

Alat berat

Wingbox

Sisi dapat dibuka

Pallet dan distribusi

Tangki

Tangki khusus

Muatan cair

Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Kapasitas aktual dapat berbeda berdasarkan spesifikasi kendaraan, konfigurasi armada, dan ketentuan muatan yang berlaku.

Bagaimana Memilih Truk yang Sesuai?

Pemilihan kendaraan sebaiknya dimulai dari data cargo, bukan langsung dari nama truk.

1. Ketahui berat cargo

Catat berat masing-masing koli sekaligus berat total. Informasi ini membantu menentukan kebutuhan kapasitas angkut.

2. Ukur dimensi

Catat:

Panjang ร— lebar ร— tinggi

Untuk cargo besar, dimensi dapat menjadi faktor penting meskipun beratnya masih berada dalam batas kapasitas kendaraan.

3. Hitung jumlah koli

Jumlah koli memengaruhi cara penyusunan cargo di ruang muatan.

Cargo dengan berat sama dapat membutuhkan kendaraan berbeda apabila bentuk, jumlah, dan ukurannya berbeda.

4. Perhatikan karakter barang

Periksa apakah barang:

  1. Mudah pecah
  2. Membutuhkan perlindungan dari hujan
  3. Memerlukan posisi tertentu
  4. Membutuhkan pengikatan
  5. Membutuhkan forklift
  6. Membutuhkan crane

5. Periksa akses lokasi

Kondisi lokasi pickup dan tujuan perlu diinformasikan sejak awal.

Tronton mungkin efektif untuk kawasan industri dengan akses luas, tetapi belum tentu sesuai untuk jalan lingkungan yang sempit.

6. Tentukan metode loading

Informasikan apakah cargo:

  1. Dapat dinaikkan menggunakan forklift
  2. Membutuhkan crane
  3. Dapat didorong
  4. Dapat berjalan sendiri
  5. Membutuhkan ramp

Informasi tersebut membantu menentukan kendaraan sekaligus peralatan handling yang diperlukan.

Kenapa Berat Saja Tidak Cukup?

Berat cargo hanya salah satu bagian dari perencanaan transportasi.

Misalnya terdapat dua cargo yang sama-sama memiliki berat 1.000 kg.

Cargo A: 20 pallet dengan ukuran relatif ringkas.

Cargo B: 1 unit mesin berukuran 4 ร— 2 ร— 2 meter.

Walaupun beratnya sama, kebutuhan transportasi keduanya dapat berbeda.

Cargo A mungkin lebih mudah disusun menggunakan forklift. Sementara Cargo B membutuhkan pemeriksaan ruang, titik angkat, metode loading, serta pengamanan selama perjalanan.

Karena itu, saat meminta penawaran pengiriman, informasi yang lebih lengkap akan jauh lebih membantu daripada hanya menyebutkan:

"Beratnya 1 ton."

Informasi yang lebih berguna misalnya:

"1 unit mesin, berat 1 ton, ukuran 4 ร— 2 ร— 2 meter, tidak dapat berjalan sendiri."

Peran Truk dalam Pengiriman Cargo Antar Pulau

Untuk pengiriman antarpulau, transportasi darat biasanya menjadi bagian dari rangkaian multimoda.

Alurnya dapat berupa:

Gudang/Pabrik โ†’ Truk โ†’ Pelabuhan โ†’ Kapal โ†’ Pelabuhan Tujuan โ†’ Truk โ†’ Penerima

Artinya, truk berfungsi sebagai penghubung antara titik asal, pelabuhan, dan lokasi tujuan.

Untuk pengiriman menuju Indonesia Timur, tahap distribusi darat setelah cargo tiba di pelabuhan juga perlu diperhitungkan. Cargo yang sudah turun dari kapal belum tentu langsung berada di lokasi penerima karena masih dapat membutuhkan proses handling dan transportasi lanjutan.

Selain PM 60 Tahun 2019, pengawasan muatan angkutan barang juga memiliki regulasi tersendiri. BJA Logistic dapat menggunakan PM 18 Tahun 2021 tentang Pengawasan Muatan Angkutan Barang dan Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di Jalan sebagai rujukan resmi. Regulasi ini mengatur antara lain pengawasan muatan angkutan barang dan penyelenggaraan penimbangan kendaraan bermotor di jalan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengiriman cargo besar tidak hanya berkaitan dengan kapasitas kendaraan, tetapi juga aspek keselamatan dan ketentuan angkutan barang.

Pengiriman Cargo Besar Menuju Pelabuhan

Cargo yang akan dilanjutkan menggunakan kapal membutuhkan koordinasi antara transportasi darat dan laut.

Contoh alurnya:

  1. Cargo diambil dari lokasi asal.
  2. Cargo diangkut menuju pelabuhan.
  3. Cargo menjalani proses handling.
  4. Cargo disiapkan untuk perpindahan moda.
  5. Cargo dimuat ke transportasi laut.
  6. Cargo ditangani kembali di pelabuhan tujuan.
  7. Cargo dilanjutkan menuju penerima.

Karena itu, kendaraan darat tidak sebaiknya dipilih secara terpisah dari keseluruhan rencana pengiriman.

Untuk cargo besar menuju Indonesia Timur, data jenis barang, berat, dimensi, jumlah koli, lokasi pickup, dan kota tujuan sebaiknya disiapkan sejak awal.

BJA Logistic melayani pengiriman cargo minimum 100 kg menuju berbagai tujuan di Indonesia Timur. Informasi mengenai kebutuhan pengiriman dapat dikonsultasikan melalui layanan cargo BJA Logistic atau cek ongkir BJA Logistic.

Checklist Sebelum Menentukan Kendaraan

Sebelum menentukan armada, siapkan data berikut:

  1. Jenis barang: mesin, material, produk, alat berat, dan sebagainya.
  2. Berat: berat per unit dan total.
  3. Dimensi: panjang ร— lebar ร— tinggi.
  4. Jumlah: jumlah unit atau koli.
  5. Kemasan: pallet, peti kayu, karton, atau tanpa kemasan.
  6. Kondisi barang: bisa bergerak sendiri atau tidak.
  7. Loading: forklift, crane, manual, atau ramp.
  8. Lokasi pickup: gudang, pabrik, proyek, atau toko.
  9. Lokasi tujuan: gudang, pelabuhan, atau lokasi proyek.
  10. Kondisi akses: lebar jalan dan kondisi area masuk.
  11. Kebutuhan lanjutan: apakah cargo akan diteruskan menggunakan kapal.

Semakin lengkap data cargo yang diberikan, semakin mudah kebutuhan armada dan handling ditentukan secara tepat.

FAQ

Apa saja jenis truk untuk pengiriman barang?

Jenis yang umum digunakan antara lain truk bak terbuka, truk box, engkel, double engkel, fuso, tronton, trailer, lowbed trailer, wingbox, dan truk tangki. Penggunaannya bergantung pada karakter cargo dan kebutuhan perjalanan.

Truk apa yang cocok untuk mengirim alat berat?

Alat berat berdimensi besar dapat membutuhkan trailer atau lowbed trailer. Pemilihannya harus berdasarkan berat, panjang, lebar, tinggi, kondisi unit, dan metode loading.

Apa perbedaan truk box dan bak terbuka?

Truk box mempunyai ruang muatan tertutup, sedangkan bak terbuka mempunyai ruang muatan terbuka. Box lebih sesuai untuk barang yang membutuhkan perlindungan dari lingkungan, sedangkan bak terbuka memberikan fleksibilitas untuk jenis cargo tertentu.

Apakah tronton cocok untuk cargo besar?

Tronton dapat digunakan untuk cargo besar apabila spesifikasi kendaraan sesuai dengan muatan dan akses menuju lokasi memungkinkan kendaraan tersebut masuk.

Apakah berat cargo menentukan jenis kendaraan?

Berat merupakan salah satu faktor, tetapi bukan satu-satunya. Dimensi, volume, bentuk cargo, metode loading, dan kondisi jalan juga perlu diperhitungkan.

Apakah BJA Logistic melayani cargo minimal 100 kg?

Ya. BJA Logistic melayani pengiriman cargo minimum 100 kg. Untuk mengetahui pilihan layanan yang tersedia, data cargo dan kota tujuan perlu dikonfirmasi terlebih dahulu.

Kirim Cargo Besar dengan Armada yang Sesuai

kirim barang dengan BJA Logistic

Memahami jenis truk untuk pengiriman barang membantu pemilik cargo menentukan kendaraan berdasarkan karakteristik muatan, bukan sekadar ukuran kendaraan.

Cargo umum dapat menggunakan truk box atau bak sesuai kebutuhan. Sementara mesin, alat berat, dan material proyek dapat membutuhkan tronton, trailer, atau lowbed dengan pemeriksaan dimensi dan metode loading yang lebih detail.

Dalam pengiriman antarpulau, perencanaan tidak berhenti pada kendaraan darat. Transportasi darat harus terhubung dengan proses di pelabuhan, perjalanan laut, hingga distribusi di kota tujuan.

Bagi perusahaan atau pemilik proyek yang mengirim cargo minimum 100 kg dari Jakarta ke Indonesia Timur, siapkan jenis barang, berat, dimensi, jumlah koli, lokasi pickup, dan kota tujuan sebelum melakukan pengecekan.

Gunakan cek ongkir BJA Logistic untuk memulai pengecekan kebutuhan pengiriman cargo.

jenis truktruk pengiriman barangtransportasi daratcargo besartruk fusotruk trontontrailerlowbed trailerlogistik Indonesia Timur

Ditulis oleh

Evan Fajrian

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
TeleponWhatsApp