๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Pengetahuan Logistik & Kargo

Jenis-Jenis Kapal Laut untuk Pengiriman Antar Pulau

Evan Fajrianยทยท10 menit baca
Jenis-jenis kapal laut untuk pengiriman cargo antar pulau

Pelajari jenis-jenis kapal laut untuk pengiriman antar pulau, fungsi general cargo, container, Ro-Ro, landing craft, serta faktor memilih kapal untuk cargo besar.

Jenis kapal laut untuk pengiriman antar pulau tidak hanya satu. Setiap kapal memiliki desain, kapasitas, metode bongkar muat, dan karakteristik operasi yang berbeda. Karena itu, kapal yang tepat untuk kendaraan belum tentu menjadi pilihan yang sama untuk mesin industri, material proyek, container, atau alat berat.

Bagi pemilik cargo besar, memahami perbedaan kapal penting sebelum menentukan metode pengiriman. Berat barang memang perlu diketahui, tetapi dimensi, bentuk, kondisi barang, kebutuhan handling, pelabuhan, serta rute juga ikut menentukan pilihan transportasi.

Kementerian Perhubungan membedakan angkutan barang berdasarkan jenis muatan, antara lain barang umum, peti kemas, curah kering, curah cair, kendaraan, gas, dan ternak. Regulasi tersebut juga mengatur pengangkutan kendaraan beserta muatannya menggunakan kapal Ro-Ro. Lihat regulasi Kementerian Perhubungan mengenai angkutan barang di laut.

Untuk pengiriman cargo antarpulau, khususnya dari Pulau Jawa menuju wilayah Indonesia Timur, berikut jenis kapal yang penting diketahui.

1. Kapal General Cargo

Kapal general cargo digunakan untuk mengangkut berbagai jenis barang umum. Muatan dapat berupa mesin, material konstruksi, peralatan proyek, barang dalam peti, maupun cargo lain yang sesuai dengan kapasitas kapal dan fasilitas pelabuhan.

Berbeda dengan sistem container, barang general cargo tidak selalu harus dimasukkan ke dalam peti kemas. Metode penanganannya dapat menyesuaikan bentuk, berat, dimensi, dan karakter barang.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga mencantumkan general cargo sebagai salah satu jenis kapal yang digunakan dalam kegiatan angkutan laut nasional. Informasi Ditjen Perhubungan Laut mengenai kapal komersial dan general cargo.

Cargo apa yang cocok menggunakan general cargo?

Contohnya:

  1. Mesin industri
  2. Material konstruksi
  3. Peralatan proyek
  4. Spare part
  5. Barang dalam peti
  6. Peralatan operasional
  7. Cargo dengan bentuk tertentu

Namun, barang berukuran besar tidak otomatis cocok dikirim menggunakan kapal general cargo.

Sebelum pengiriman, data berikut sebaiknya disiapkan:

  1. Berat barang
  2. Panjang
  3. Lebar
  4. Tinggi
  5. Jumlah unit
  6. Jenis kemasan
  7. Kondisi barang
  8. Titik angkat jika ada
  9. Kebutuhan crane atau alat bantu lainnya

Sebagai contoh, mesin seberat 1 ton dengan dimensi 2 ร— 1 ร— 1 meter mempunyai kebutuhan handling berbeda dengan mesin 1 ton yang panjangnya mencapai beberapa meter.

Jadi, berat bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan metode pengiriman cargo besar.

2. Kapal Container

Kapal container atau kapal peti kemas dirancang untuk mengangkut barang yang ditempatkan di dalam container.

Sistem container membuat barang dapat dipindahkan sebagai satu unit dari transportasi darat ke terminal, kemudian ke kapal, dan selanjutnya kembali ke transportasi darat di pelabuhan tujuan.

Kementerian Perhubungan juga mencatat kapal container sebagai bagian dari armada angkutan laut nasional. Dalam program Tol Laut, kapal container digunakan untuk mendukung distribusi barang antarpulau. Informasi Ditjen Perhubungan Laut mengenai kapal pendukung Tol Laut.

Barang apa yang cocok dikirim menggunakan container?

Beberapa contoh:

  1. Barang dagangan
  2. Produk manufaktur
  3. Spare part
  4. Material industri
  5. Barang pallet
  6. Stok distributor
  7. Peralatan usaha

Keuntungan sistem ini adalah barang dapat dikonsolidasikan dalam satu unit peti kemas sehingga proses perpindahan antarmoda dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Namun, kapasitas container bukan hanya persoalan berat.

Cargo dengan berat relatif ringan tetapi berukuran sangat besar tetap dapat menjadi masalah karena membutuhkan ruang yang lebih banyak.

Apa yang harus diperiksa sebelum menggunakan container?

Siapkan informasi:

Berat + panjang + lebar + tinggi + jumlah unit.

Untuk mesin dan peralatan proyek, informasikan juga apakah barang bisa dibongkar menjadi beberapa bagian.

Contohnya, sebuah mesin yang dapat dilepas menjadi beberapa komponen mungkin membutuhkan metode pengemasan dan handling yang berbeda dengan mesin yang dikirim dalam kondisi utuh.

3. Kapal Ro-Ro

Ro-Ro adalah singkatan dari Roll-on/Roll-off. Kapal ini dirancang agar kendaraan atau muatan tertentu dapat masuk dan keluar kapal melalui ramp.

Sistem tersebut membuat Ro-Ro berbeda dari kapal container yang menggunakan peti kemas sebagai unit utama muatan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjelaskan bahwa fasilitas Ro-Ro membutuhkan fasilitas tambat yang sesuai, peralatan penanganan bongkar muat, kedalaman perairan yang memadai, serta fasilitas pendukung untuk kegiatan naik-turun kendaraan. Lihat dokumen rekomendasi pengoperasian angkutan Ro-Ro dari Ditjen Perhubungan Laut.

Apa saja yang dapat diangkut Ro-Ro?

Tergantung spesifikasi kapal dan layanan yang tersedia, muatannya dapat berupa:

  1. Mobil
  2. Truk
  3. Bus
  4. Kendaraan proyek
  5. Kendaraan operasional
  6. Trailer
  7. Alat berat tertentu

Untuk alat berat, kondisi unit harus diperhatikan.

Excavator yang masih dapat berjalan sendiri memiliki kebutuhan handling berbeda dengan unit yang tidak dapat bergerak. Demikian juga excavator dengan attachment lengkap akan mempunyai kebutuhan ruang berbeda dengan unit yang attachment-nya sudah dilepas.

Mengapa Ro-Ro cocok untuk kendaraan?

Karena sistem ramp memungkinkan kendaraan masuk dan keluar kapal tanpa seluruh unit harus diangkat menggunakan crane.

Namun, bukan berarti seluruh kendaraan atau alat berat otomatis dapat menggunakan layanan Ro-Ro. Ukuran, berat, kondisi kendaraan, tinggi unit, kapasitas deck, serta fasilitas pelabuhan tetap harus diperiksa.

BJA Logistic juga memiliki artikel internal mengenai apa itu kapal Ro-Ro yang dapat digunakan sebagai referensi lanjutan.

4. Landing Craft

Landing craft merupakan kapal yang mempunyai akses ramp sehingga kendaraan atau cargo tertentu dapat dimuat dan dibongkar melalui jalur antara kapal dan daratan.

Dalam ekosistem transportasi laut Indonesia, landing craft juga digunakan untuk mendukung konektivitas menuju wilayah yang membutuhkan pola distribusi bertingkat. Kementerian Perhubungan pernah menjelaskan penggunaan berbagai tipe kapal untuk mendukung konektivitas antardaerah. Baca informasi Ditjen Perhubungan Laut mengenai armada pendukung konektivitas antarwilayah.

Salah satu jenis yang dikenal adalah Landing Craft Tank (LCT). Kapal dengan karakteristik tersebut dapat digunakan untuk mengangkut cargo tertentu, kendaraan, maupun alat berat sesuai kapasitas dan spesifikasi kapal.

Cargo apa yang dapat diangkut?

Tergantung spesifikasi kapal, landing craft dapat digunakan untuk:

  1. Kendaraan
  2. Mesin
  3. Alat berat tertentu
  4. Material konstruksi
  5. Container
  6. Peralatan proyek
  7. General cargo tertentu

Namun, nama kapal saja tidak cukup untuk menentukan kecocokan.

Untuk cargo berdimensi besar, perlu diperiksa:

  1. Kapasitas deck
  2. Panjang dan lebar deck
  3. Kapasitas ramp
  4. Berat cargo
  5. Tinggi cargo
  6. Draft
  7. Fasilitas pelabuhan
  8. Kondisi loading dan unloading

Dengan demikian, pemilihan kapal harus berdasarkan kebutuhan nyata cargo, bukan sekadar berdasarkan jenis kapal.

Perbandingan Jenis Kapal Laut


Jenis kapal

Karakter utama

Contoh muatan

General Cargo

Membawa berbagai barang umum

Mesin, material proyek, peralatan

Container

Mengangkut barang dalam peti kemas

Produk, stok, material

Ro-Ro

Loading melalui ramp

Mobil, truk, kendaraan proyek

Landing Craft

Memiliki akses ramp

Kendaraan, mesin, cargo proyek

Tidak ada satu jenis kapal yang selalu paling baik untuk seluruh cargo.

Container dapat cocok untuk stok barang yang dikemas dalam peti kemas. Kendaraan dapat membutuhkan Ro-Ro. Sementara mesin atau material proyek dengan bentuk tertentu dapat membutuhkan metode handling yang berbeda.

Karena itu, jenis kapal harus dipilih setelah karakter cargo dan kebutuhan rute diketahui.

Faktor yang Menentukan Pemilihan Kapal

1. Jenis Barang

Jelaskan barang secara spesifik.

Kurang lengkap:

"Cargo 2 ton."

Lebih lengkap:

"1 unit mesin produksi, berat 2 ton, ukuran 3 ร— 1,5 ร— 1,8 meter."

Informasi kedua jauh lebih membantu dalam menentukan kebutuhan transportasi.

2. Berat Cargo

Berat total perlu dicantumkan, terutama untuk cargo seperti alat berat, mesin, dan material proyek.

Jika terdiri dari beberapa unit, sebaiknya tuliskan berat masing-masing unit.

3. Dimensi Cargo

Untuk cargo besar, ukur:

Panjang ร— Lebar ร— Tinggi

Jangan hanya mengandalkan perkiraan.

Dimensi dapat menentukan apakah barang dapat masuk container, membutuhkan trailer, membutuhkan ruang deck tertentu, atau memerlukan metode handling khusus.

4. Kondisi Cargo

Informasikan apakah barang:

  1. Dapat berjalan sendiri
  2. Membutuhkan trailer
  3. Membutuhkan forklift
  4. Membutuhkan crane
  5. Bisa dibongkar menjadi beberapa bagian
  6. Memiliki bagian yang mudah rusak

5. Lokasi Pickup

Lokasi pengambilan juga penting.

Barang dari pabrik atau lokasi proyek mungkin membutuhkan perjalanan darat terlebih dahulu sebelum mencapai pelabuhan.

6. Kota Tujuan

Sebutkan kota atau kabupaten tujuan secara spesifik.

Untuk pengiriman ke Indonesia Timur, penyebutan hanya "Papua", "Maluku", atau "Sulawesi" belum cukup untuk menentukan kebutuhan distribusi secara keseluruhan.

Bagaimana Alur Pengiriman Cargo Besar Antar Pulau?

Pengiriman cargo besar bukan hanya proses menaikkan barang ke kapal. Untuk pengiriman antarpulau, terutama menuju Indonesia Timur, cargo dapat melewati beberapa tahapan mulai dari pickup, transportasi darat, proses di pelabuhan, pengangkutan laut, hingga distribusi ke lokasi penerima.

Alur sederhananya dapat berupa:

Pickup โ†’ Transportasi Darat โ†’ Gudang/Konsolidasi โ†’ Pelabuhan Asal โ†’ Kapal โ†’ Pelabuhan Tujuan โ†’ Distribusi Darat โ†’ Penerima

Artinya, perjalanan kapal laut hanyalah satu bagian dari keseluruhan rantai pengiriman.

Hal ini menjadi semakin penting ketika cargo dikirim ke wilayah Indonesia Timur. Setelah kapal tiba di pelabuhan tujuan, barang masih dapat membutuhkan proses bongkar, penanganan sementara, dan distribusi darat menuju gudang, toko, lokasi proyek, atau alamat penerima.

Pola seperti ini sejalan dengan pengembangan konektivitas angkutan laut yang dilakukan pemerintah untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan (3TP). Informasi mengenai pengembangan konektivitas tersebut dapat dilihat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Apa saja proses yang dilalui cargo besar?

Dalam praktiknya, beberapa tahapan yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Pickup cargo dari gudang, pabrik, toko, atau lokasi proyek.
  2. Transportasi darat menuju gudang atau pelabuhan keberangkatan.
  3. Konsolidasi dan pengecekan cargo, terutama jika barang terdiri dari beberapa koli atau unit.
  4. Proses loading ke kapal menggunakan metode yang sesuai dengan karakter cargo.
  5. Perjalanan laut menuju pelabuhan tujuan.
  6. Bongkar cargo setelah kapal tiba.
  7. Penyimpanan atau konsolidasi sementara apabila diperlukan.
  8. Distribusi darat lanjutan menuju lokasi penerima.
  9. Serah terima cargo setelah barang sampai di tujuan.

Untuk cargo seperti mesin, alat berat, kendaraan, dan material proyek, tahap sebelum dan sesudah perjalanan laut sama pentingnya dengan pemilihan kapal. Cargo berdimensi besar, misalnya, mungkin membutuhkan trailer atau alat bantu tertentu sejak proses pickup hingga loading.

Apa yang harus ditanyakan sebelum memilih metode pengiriman?

Karena setiap cargo mempunyai karakter berbeda, jangan hanya bertanya:

"Kapalnya apa?"

Informasi yang lebih penting untuk disiapkan adalah:

  1. Dari mana cargo diambil?
  2. Apa jenis barangnya?
  3. Berapa berat totalnya?
  4. Berapa panjang, lebar, dan tingginya?
  5. Apakah barang bisa bergerak sendiri?
  6. Apakah membutuhkan forklift atau crane?
  7. Bagaimana metode loading yang diperlukan?
  8. Pelabuhan mana yang digunakan?
  9. Apa kota tujuan akhirnya?
  10. Apakah masih membutuhkan distribusi darat setelah tiba di pelabuhan?

Semakin lengkap informasi cargo sejak awal, semakin mudah menentukan kebutuhan transportasi, handling, dan distribusi yang sesuai.

Contoh Cargo yang Membutuhkan Perencanaan Khusus

Mesin Industri

Mesin sering mempunyai bentuk tidak beraturan dan titik berat tertentu.

Selain berat dan dimensi, informasi mengenai titik angkat dapat membantu menentukan kebutuhan handling.

Alat Berat

Untuk excavator, bulldozer, wheel loader, crane, atau unit lainnya, siapkan:

  1. Berat
  2. Panjang
  3. Lebar
  4. Tinggi
  5. Kondisi unit
  6. Kemampuan bergerak
  7. Attachment
  8. Kebutuhan trailer

Kendaraan

Mobil, truk, bus, dan kendaraan proyek mempunyai dimensi serta berat berbeda. Kondisi kendaraan juga dapat menentukan metode loading.

Material Proyek

Pipa, baja, panel, mesin, dan perlengkapan konstruksi mempunyai bentuk berbeda sehingga metode penanganannya juga perlu disesuaikan.

Cara Menyiapkan Cargo Sebelum Pengiriman

Sebelum meminta penawaran pengiriman, siapkan:

  1. Jenis barang
  2. Berat total
  3. Dimensi setiap unit
  4. Jumlah koli
  5. Jenis kemasan
  6. Foto cargo jika diperlukan
  7. Lokasi pickup
  8. Kota tujuan
  9. Kondisi barang
  10. Kebutuhan handling khusus

Semakin lengkap data yang diberikan, semakin mudah kebutuhan pengiriman diperiksa sejak awal.

Khusus cargo besar, jangan hanya memberikan angka berat. Foto dan dimensi sering diperlukan untuk memahami bentuk fisik barang.

Kenapa Pengiriman ke Indonesia Timur Membutuhkan Perencanaan Multimoda?

kirim barang dengan BJA Logistic

Pengiriman dari Jakarta ke Indonesia Timur dapat melibatkan beberapa moda sekaligus.

Contohnya:

Truk โ†’ Pelabuhan โ†’ Kapal โ†’ Pelabuhan Tujuan โ†’ Truk

Artinya, pemilihan kapal merupakan bagian dari perencanaan yang lebih besar.

Untuk cargo seperti mesin, alat berat, kendaraan, dan material proyek, kesalahan menentukan metode handling dapat memengaruhi proses sebelum keberangkatan maupun setelah barang tiba.

BJA Logistic berfokus pada pengiriman cargo dengan minimum 100 kg ke berbagai tujuan di Indonesia Timur. Untuk kebutuhan pengiriman, data jenis barang, berat, dimensi, lokasi pickup, dan kota tujuan perlu disiapkan terlebih dahulu.

Gunakan halaman layanan cargo BJA Logistic atau cek ongkir untuk memulai pengecekan kebutuhan pengiriman.

Tarif dan estimasi waktu tidak dicantumkan di artikel ini karena harus disesuaikan dengan kota tujuan dan layanan yang tersedia.

FAQ

Apa saja jenis kapal laut untuk pengiriman antar pulau?

Beberapa jenis yang umum dijumpai dalam angkutan laut adalah general cargo, container, Ro-Ro, landing craft, bulk carrier, tanker, barge, dan tug boat. Penggunaannya bergantung pada karakter muatan dan kebutuhan operasional.

Kapal apa yang cocok untuk mengirim kendaraan?

Ro-Ro merupakan salah satu pilihan karena memiliki sistem ramp untuk kendaraan. Namun, ketersediaan layanan dan penerimaan cargo tetap harus dikonfirmasi berdasarkan rute.

Apakah alat berat dapat dikirim melalui laut?

Bisa, selama rute dan layanan menerima jenis cargo tersebut. Berat, dimensi, kondisi unit, kemampuan bergerak, dan metode loading harus diperiksa terlebih dahulu.

Apa perbedaan kapal container dan general cargo?

Kapal container membawa barang dalam peti kemas, sedangkan kapal general cargo digunakan untuk berbagai barang umum dengan metode handling yang dapat disesuaikan dengan karakter muatannya.

Apa fungsi landing craft?

Landing craft memiliki akses ramp yang dapat memudahkan proses pemuatan dan pembongkaran kendaraan atau cargo tertentu. Konfigurasi dan kapasitasnya tetap berbeda pada setiap kapal.

Apakah semua jenis kapal tersedia di setiap rute?

Tidak. Jenis kapal, jadwal, fasilitas pelabuhan, operator, dan layanan dapat berbeda pada setiap rute.

Berapa minimum pengiriman BJA Logistic?

BJA Logistic melayani pengiriman cargo dengan minimum 100 kg. Tarif dan pilihan layanan harus disesuaikan dengan kota tujuan serta detail cargo.

Pengiriman Cargo Antar Pulau Bersama BJA Logistic

Memahami jenis kapal laut membantu pemilik barang melihat bahwa pengiriman antar pulau bukan sekadar memilih kapal dengan kapasitas besar.

Jenis barang, berat, dimensi, metode handling, pelabuhan, jadwal, serta distribusi setelah cargo tiba perlu dipertimbangkan sebagai satu rangkaian.

Untuk cargo minimal 100 kg dari Jakarta menuju Indonesia Timur, BJA Logistic menyediakan layanan pengiriman cargo ke berbagai tujuan. Kamu dapat menggunakan cek ongkir BJA Logistic untuk mengetahui pilihan pengiriman berdasarkan tujuan dan berat.

jenis kapal lautkapal cargogeneral cargokapal containerkapal RoRolanding craftcargo lautpengiriman antar pulaulogistik Indonesia Timur

Ditulis oleh

Evan Fajrian

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
TeleponWhatsApp