🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫
Pengetahuan Logistik & Kargo

Apa Itu Last-Mile Delivery?

ZahraOleh: Zahra··8 menit baca
Kurir mengantarkan paket dari hub ke alamat pelanggan dalam proses last-mile delivery

Last-mile delivery adalah tahap terakhir pengiriman barang dari hub atau pusat distribusi hingga sampai ke tangan pelanggan. Kenali alur, tantangan, biaya, dan teknologi yang digunakan dalam proses ini.

Apa Itu Last-Mile Delivery? Pengertian, Proses, dan Tantangannya

Pernah belanja barang secara online, lalu melihat status pesanan berubah menjadi sedang diantar ke alamat tujuan?

Nah, bagian perjalanan terakhir itulah yang dalam dunia logistik dikenal sebagai last-mile delivery

Meski disebut “mil terakhir”, tahap ini justru sering menjadi bagian yang cukup rumit dalam proses pengiriman. Barang mungkin sudah melewati gudang, pusat sortir, bahkan perjalanan antarkota. Namun, paket belum bisa dianggap selesai sebelum benar-benar sampai ke tangan penerima.

Di sinilah tahap akhir distribusi bekerja untuk memastikan barang sampai ke penerima.

Baca juga:Apa Itu Pengiriman Port to Port? Panduan Lengkap untuk Pemula

Apa Itu Last-Mile Delivery?

Konsep ini merupakan bagian penting dari rantai distribusi dan pengelolaan pengiriman barang. Referensi mengenai istilah logistik dan rantai pasok dapat dilihat melalui DHL Logistics of ThingsTitik awalnya bisa berupa gudang, hub, distribution center, atau kantor cabang ekspedisi. Dari sana, barang dibawa menuju rumah pelanggan, toko, kantor, atau lokasi tujuan lainnya.

Contoh sederhananya seperti ini:

Gudang → Hub Kota → Kurir → Rumah Pelanggan

Perjalanan dari gudang ke hub mungkin menempuh puluhan atau ratusan kilometer. Tetapi setelah paket masuk ke hub kota, pengiriman berikutnya menuju alamat penerima merupakan bagian dari tahap akhir distribusi.

Jadi, istilah “last mile” tidak selalu berarti jaraknya hanya satu mil. Istilah tersebut lebih menggambarkan tahap terakhir sebelum barang diterima pelanggan.

Mengapa Tahap Pengantaran Terakhir Penting?

Bagi pelanggan, proses pengiriman sering kali dinilai dari satu hal sederhana:

“Barangnya sampai atau tidak?”

Sebagus apa pun sistem gudang dan transportasi sebuah perusahaan, pengalaman pelanggan tetap bisa terganggu jika paket terlambat sampai atau sulit dilacak.

Tahap pengantaran terakhir berpengaruh langsung terhadap:

  1. Kecepatan barang sampai.
  2. Ketepatan alamat pengiriman.
  3. Biaya pengiriman.
  4. Pengalaman pelanggan.
  5. Jumlah pengiriman yang berhasil.
  6. Tingkat komplain.
  7. Efisiensi operasional perusahaan.

Karena berhadapan langsung dengan penerima, tahap ini juga menjadi salah satu bagian yang paling terlihat oleh pelanggan.

Bagaimana Proses Pengiriman Tahap Akhir?

Prosesnya bisa berbeda antara satu perusahaan logistik dengan perusahaan lainnya. Namun secara umum, alurnya kurang lebih seperti ini.

1. Barang Tiba di Hub Tujuan

Setelah melewati perjalanan antarkota atau antarwilayah, paket tiba di hub atau fasilitas distribusi yang berada lebih dekat dengan alamat penerima.

Di sini, paket biasanya disortir berdasarkan wilayah pengantaran.

2. Paket Disortir Berdasarkan Rute

Paket kemudian dikelompokkan berdasarkan area, kecamatan, kelurahan, atau rute kurir.

Tujuannya supaya satu kurir dapat membawa sejumlah paket yang lokasinya relatif berdekatan.

Semakin baik pengaturan rute, semakin sedikit waktu dan jarak yang terbuang.

3. Paket Diserahkan kepada Kurir

Setelah proses sortir selesai, paket diberikan kepada kurir untuk diantar ke alamat masing-masing penerima.

Kurir biasanya membawa beberapa paket dalam satu perjalanan.

4. Kurir Mengantarkan Paket

Kurir kemudian menuju alamat pelanggan menggunakan kendaraan yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Untuk kawasan perkotaan, motor sering digunakan karena lebih mudah melewati jalan padat. Sementara kendaraan roda empat bisa digunakan untuk membawa muatan lebih banyak atau mengirim ke lokasi tertentu.

5. Paket Diterima Pelanggan

Tahap terakhir adalah serah terima.Jika alamat ditemukan dan penerima tersedia, status pengiriman akan diperbarui menjadi berhasil atau delivered.Jika penerima tidak ada, alamat sulit ditemukan, atau terjadi kendala lain, paket bisa dijadwalkan untuk pengantaran ulang sesuai kebijakan perusahaan.

Contoh Pengiriman Tahap Akhir dalam Kehidupan Sehari-hari

Misalnya kamu membeli sepatu dari sebuah toko online.

Alurnya mungkin seperti ini:

Toko → Gudang penjual → Hub Jakarta → Hub kota tujuan → Kurir → Rumah kamu

Perjalanan dari gudang menuju kota tujuan merupakan bagian dari distribusi antarkota.

Ketika paket sudah berada di hub yang dekat dengan alamatmu dan kemudian dibawa kurir sampai ke rumah, iitulah tahap akhir pengiriman.

Hal yang sama berlaku untuk berbagai jenis pengiriman, mulai dari paket e-commerce, dokumen, makanan, hingga barang kebutuhan bisnis.

Tantangan Pengantaran Tahap Akhir

Bagian terakhir pengiriman sering menjadi tantangan tersendiri karena kondisi di lapangan tidak selalu bisa diprediksi.

1. Kemacetan

Kurir di kota besar harus menghadapi lalu lintas yang padat, terutama pada jam sibuk.

Jarak yang sebenarnya dekat bisa membutuhkan waktu cukup lama karena kondisi jalan.

2. Alamat Sulit Ditemukan

Tidak semua alamat memiliki informasi yang lengkap.

Ada rumah tanpa nomor yang jelas, nama jalan yang mirip, gang sempit, atau lokasi yang hanya dikenal berdasarkan patokan tertentu.

Karena itu, detail alamat dan nomor telepon penerima sangat membantu proses pengantaran.

3. Penerima Tidak Ada

Kurir bisa saja sudah sampai di lokasi, tetapi penerima tidak berada di tempat.

Situasi seperti ini dapat menyebabkan pengiriman harus diulang dan menambah waktu serta biaya operasional.

4. Biaya Operasional Tinggi

Pengantaran tahap akhir membutuhkan banyak perjalanan dalam jarak relatif pendek.

Kurir harus mengunjungi banyak alamat berbeda dalam satu hari. Jika rute tidak diatur dengan baik, penggunaan bahan bakar, waktu kerja, dan biaya kendaraan bisa meningkat.

5. Volume Paket Berubah-ubah

Saat promo besar, akhir bulan, atau musim belanja tertentu, jumlah paket dapat meningkat drastis.

Perusahaan logistik harus menyesuaikan jumlah kurir, kendaraan, kapasitas hub, dan sistem sortir agar tidak terjadi penumpukan.

6. Kondisi Geografis

Pengiriman di pusat kota tentu berbeda dengan pengiriman ke daerah terpencil.

Wilayah pegunungan, kepulauan, jalan sempit, atau daerah dengan akses transportasi terbatas membutuhkan pengaturan pengiriman yang berbeda.

Kenapa Pengiriman Tahap Akhir Bisa Mahal?

Banyak orang mengira biaya terbesar pengiriman ada pada perjalanan jarak jauh.

Padahal, tahap terakhir juga bisa menyerap biaya cukup besar.

Bayangkan satu kurir membawa 30 paket.Paket pertama berada di ujung utara kota, paket kedua di bagian selatan, sementara paket lainnya tersebar di berbagai wilayah.Kurir harus mengunjungi banyak titik berbeda untuk menyelesaikan seluruh pengiriman.Karena itu, efisiensi rute sangat penting dalam proses pengantaran terakhir.Semakin banyak paket yang bisa dikirim dalam satu rute dengan jarak dan waktu yang efisien, semakin besar peluang perusahaan menekan biaya operasional.

Baca juga : 6 Stasiun Barang Kereta Api Indonesia

Teknologi dalam Pengiriman Tahap Akhir

Perkembangan teknologi membuat proses pengiriman tahap akhir semakin mudah dipantau dan dikelola.Beberapa teknologi yang banyak digunakan dalam operasional logistik antara lain:

GPS dan Pelacakan Kendaraan

GPS membantu perusahaan mengetahui posisi kendaraan dan memantau perjalanan kurir.

Route Optimization

Sistem optimasi rute dapat membantu menentukan urutan pengantaran berdasarkan lokasi paket, kondisi perjalanan, dan berbagai parameter operasional lainnya.

Real-Time Tracking

Pelanggan bisa melihat perkembangan pengiriman melalui sistem tracking.

Informasi seperti “paket sedang dibawa kurir” membantu pelanggan mengetahui bahwa barang sudah memasuki tahap akhir pengiriman.

Proof of Delivery

Proof of delivery atau bukti pengiriman digunakan untuk mencatat bahwa barang telah diterima.

Bentuknya bisa berupa tanda tangan elektronik, foto, kode tertentu, atau metode lain sesuai sistem perusahaan.

Aplikasi Kurir

Kurir dapat menggunakan aplikasi untuk menerima daftar pengiriman, melihat rute, memperbarui status paket, dan mencatat hasil pengantaran.

Pengiriman Tahap Akhir dan E-Commerce

Pertumbuhan e-commerce membuat kebutuhan pengantaran barang ke pelanggan semakin besar.Dulu, orang mungkin membeli barang langsung di toko. Sekarang, cukup menggunakan ponsel, barang bisa dipesan dari penjual yang berada di kota lain dan dikirim ke rumah.

Perubahan ini membuat ekspektasi pelanggan ikut berubah.

Pelanggan tidak hanya ingin barang sampai dengan aman. Mereka juga ingin:

  1. Pengiriman cepat.
  2. Tarif masuk akal.
  3. Status paket mudah dipantau.
  4. Estimasi tiba yang jelas.
  5. Paket sampai sesuai alamat.
  6. Proses komplain yang mudah jika terjadi masalah.

Itulah sebabnya tahap pengantaran terakhir menjadi bagian penting dalam pengalaman belanja online.

Cara Perusahaan Membuat Pengiriman Tahap Akhir Lebih Efisien

Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua wilayah. Namun, beberapa pendekatan bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi pengiriman tahap akhir.Mengatur Rute dengan Lebih BaikPaket yang berada di wilayah berdekatan sebaiknya dikelompokkan dalam rute yang efisien.

Memanfaatkan Hub Lokal

Penempatan hub atau titik distribusi lebih dekat dengan pelanggan dapat memperpendek jarak pengantaran terakhir.

Menggunakan Data Pengiriman

Data historis dapat membantu perusahaan melihat pola permintaan, area dengan volume paket tinggi, dan waktu pengiriman yang paling padat.

Menyesuaikan Jenis Kendaraan

Tidak semua area cocok dilayani kendaraan yang sama.

Motor lebih fleksibel untuk jalan sempit dan kawasan padat. Kendaraan yang lebih besar dapat digunakan untuk wilayah atau muatan yang membutuhkan kapasitas lebih tinggi.

Memberikan Pilihan Pengantaran

Untuk kondisi tertentu, pelanggan bisa diberikan pilihan seperti pengiriman ke alamat rumah, titik pengambilan, atau jadwal pengantaran tertentu.

Apa Bedanya Pengiriman Tahap Akhir dengan First-Mile Delivery?

Keduanya sama-sama bagian dari rantai distribusi, tetapi posisinya berbeda.

pengiriman tahap akhir biasanya mengacu pada tahap awal ketika barang bergerak dari penjual, produsen, atau titik asal menuju fasilitas distribusi.

Sedangkan pengiriman tahap akhir merupakan tahap ketika barang bergerak dari fasilitas distribusi menuju penerima.

Gambaran sederhananya:

First Mile → Middle Mile → Last Mile

Contohnya:

Pabrik → Gudang Regional → Hub Kota → Rumah Pelanggan

Dalam contoh tersebut, perjalanan dari pabrik menuju gudang merupakan bagian awal distribusi. Perjalanan antarfasilitas menjadi bagian middle mile. Sementara pengiriman dari hub kota ke rumah pelanggan merupakan tahap pengantaran terakhir.

Masa Depan Last-Mile Delivery

Kebutuhan terhadap pengiriman cepat membuat perusahaan logistik terus mencari cara baru untuk memperbaiki tahap last mile.

Beberapa perkembangan yang mulai banyak dibahas dalam industri logistik antara lain:

  1. Hub mikro di kawasan perkotaan.
  2. Loker atau titik pengambilan paket.
  3. Kendaraan listrik untuk pengiriman.
  4. Sistem optimasi rute berbasis data.
  5. Otomatisasi proses sortir.
  6. Penggunaan teknologi untuk memperkirakan waktu tiba.
  7. Integrasi data antara penjual, perusahaan logistik, dan pelanggan.

Namun, teknologi bukan satu-satunya jawaban. Kondisi jalan, kepadatan kota, karakter pelanggan, dan geografis setiap wilayah tetap harus diperhitungkan.

Pengiriman Tahap Akhir Bukan Sekadar Antar Paket

Kalau dilihat sekilas, pengiriman tahap akhir memang hanya terlihat seperti aktivitas kurir mengantar paket dari hub ke rumah pelanggan.

Padahal, di balik satu paket yang sampai tepat waktu ada banyak hal yang harus bekerja dengan baik: sortir, perencanaan rute, kendaraan, sistem tracking, kurir, informasi alamat, hingga komunikasi dengan penerima.

Semakin banyak orang berbelanja secara online, semakin penting pula pengelolaan tahap terakhir ini.

Pada akhirnya, keberhasilan pengiriman tahap akhir bukan hanya soal seberapa cepat paket tiba., tetapi juga seberapa efisien prosesnya, seberapa mudah dilacak, dan seberapa baik pengalaman pelanggan ketika menerima barang.

apa itu last-mile delivery
Zahra

Ditulis oleh

Zahra

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp — kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
TeleponWhatsApp
Apa Itu Last-Mile Delivery? Pengertian, Proses & Tantanganny | BJA Logistic