🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫🚫 TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD 🚫
Tips Logistik

Apa itu container? Simak jenis kontainer dan perbedaannya

Evan Fajrian··5 menit baca
coontaier-adalah

Artikel membahas pengertian container, perbedaan dan jenis nya

Apa Itu Container? Simak Jenis Kontainer dan Perbedaannya

Container atau kontainer adalah peti kemas berstandar internasional yang dipakai untuk memindahkan barang melalui kapal, truk, dan kereta tanpa perlu bongkar muat isi barang di setiap perpindahan moda transportasi.

Dalam praktik logistik, container bukan sekadar “kotak besi”. Pemilihan jenis, ukuran, dan kondisi container menentukan keamanan muatan, biaya pengiriman, sampai kelancaran proses di pelabuhan. Salah pilih container dapat membuat barang tidak muat, rusak karena suhu, atau terkena biaya tambahan.

Apa fungsi container dalam pengiriman kargo?

Container membuat proses pengiriman lebih terukur karena barang dikemas dalam satu unit tertutup dan dapat dipindahkan dari gudang ke pelabuhan, kapal, hingga tujuan akhir.

Fungsi utamanya meliputi:

  1. Melindungi kargo dari hujan, debu, benturan, dan risiko kehilangan.
  2. Memudahkan pemindahan barang antarmoda transportasi.
  3. Membantu perhitungan kapasitas, tarif, dan perencanaan pengiriman.
  4. Mempercepat proses penanganan kargo di pelabuhan atau depo.
  5. Menjadi standar dokumen dan operasional dalam pengiriman domestik maupun internasional.

Perbedaan container 20 feet dan 40 feet

Dua ukuran yang paling umum digunakan adalah container 20 feet dan 40 feet. Keduanya sama-sama dipakai untuk kargo umum, tetapi kapasitas dan strategi biayanya berbeda.


Jenis

Panjang luar

Kapasitas volume perkiraan

Cocok untuk

20 feet

± 6 meter

± 33 m³

Barang padat dan berat, seperti bahan bangunan, mesin, atau bahan baku

40 feet

± 12 meter

± 67 m³

Barang dengan volume besar, seperti furnitur, tekstil, kardus, atau produk manufaktur

40 feet High Cube

± 12 meter

± 76 m³

Barang ringan tetapi tinggi atau bervolume besar

Container 20 feet sering dipilih ketika berat muatan tinggi tetapi volumenya tidak terlalu besar. Sementara itu, container 40 feet lebih efisien untuk muatan yang memakan ruang.

Poin penting: kapasitas container tidak boleh dinilai dari ukuran saja. Berat bruto, karakter barang, cara penataan pallet, dan batas muatan kendaraan tetap harus diperhitungkan.

Baca Juga: Perbedaan FCL & LCL

Jenis-jenis container dan kegunaannya

1. Dry container

Dry container adalah jenis container paling umum. Dindingnya tertutup dan tidak memiliki pengatur suhu.

Container ini ideal untuk barang kering yang tidak memerlukan suhu khusus, misalnya:

  1. Elektronik
  2. Pakaian dan tekstil
  3. Suku cadang
  4. Produk kemasan
  5. Furnitur
  6. Barang konsumsi

Dry container tersedia dalam ukuran 20 feet dan 40 feet. Untuk mayoritas pengiriman kargo umum, inilah pilihan pertama.

2. High Cube container

High Cube container memiliki tinggi tambahan dibanding container standar. Tinggi ekstra ini membuat ruang volumenya lebih besar.

Jenis ini tepat digunakan untuk barang yang relatif ringan tetapi besar, seperti furnitur rakitan, material dekorasi, produk plastik, atau kemasan dalam jumlah besar. Jangan memilih High Cube hanya karena terlihat lebih besar; pastikan barang memang membutuhkan ruang vertikal tambahan agar biayanya tetap efisien.

3. Reefer container

Reefer container adalah container berpendingin yang dapat menjaga suhu tertentu selama perjalanan.

Container reefer digunakan untuk:

  1. Produk beku
  2. Daging, ikan, dan makanan laut
  3. Buah dan sayuran
  4. Produk susu
  5. Obat-obatan tertentu
  6. Produk yang sensitif terhadap suhu

Perbedaannya dengan container biasa ada pada sistem temperatur, kebutuhan sumber listrik, dan standar pengawasan. Untuk reefer, suhu set point, ventilasi, kelembapan, pre-cooling barang, serta waktu perjalanan harus direncanakan sejak awal.

4. Open Top container

Open Top container memiliki bagian atas yang dapat dibuka dan biasanya ditutup terpal khusus. Jenis ini dipakai saat barang sulit dimasukkan dari pintu belakang container.

Contoh muatannya adalah mesin tinggi, komponen proyek, kabel drum besar, atau barang yang perlu diangkat menggunakan crane dari atas.

Keunggulannya adalah fleksibilitas saat stuffing. Namun, kebutuhan handling dan pengamanan muatan biasanya lebih kompleks dibanding dry container.

5. Flat Rack container

Flat Rack container memiliki lantai kuat dengan sisi yang dapat tetap atau dilipat, tanpa dinding dan atap penuh seperti dry container.

Jenis ini cocok untuk kargo berdimensi besar atau bentuk tidak standar, contohnya:

  1. Alat berat
  2. Kendaraan proyek
  3. Pipa industri
  4. Mesin oversized
  5. Struktur baja

Barang pada flat rack memerlukan lashing dan securing yang benar. Kesalahan pengikatan dapat menimbulkan risiko serius saat perjalanan laut maupun darat.

6. Tank container

Tank container dirancang untuk mengangkut cairan, gas, atau bahan kimia dalam tangki yang dipasang pada rangka container.

Umumnya digunakan untuk bahan cair curah, bahan kimia, minyak, atau produk industri tertentu. Penggunaannya membutuhkan klasifikasi barang yang akurat, dokumen keselamatan, serta ketentuan penanganan khusus—terutama untuk barang berbahaya.

Cara memilih container yang tepat

Sebelum menentukan container, jangan hanya bertanya, “Muat berapa kubik?” Evaluasi lima hal berikut:

  1. Jenis barang, Apakah barang kering, mudah pecah, sensitif suhu, cair, atau berdimensi besar?
  2. Berat dan volume, Barang berat belum tentu membutuhkan container besar. Sebaliknya, barang ringan dapat membutuhkan ruang lebih banyak.
  3. Dimensi kemasan, Ukur panjang, lebar, tinggi, serta pola susun pallet atau karton. Ruang kosong yang berlebihan berarti biaya tidak efisien.
  4. Rute pengiriman, Pengiriman antarpulau, ekspor, atau proyek ke area tertentu dapat memiliki kebutuhan handling yang berbeda.
  5. Kebutuhan khusus, Pertimbangkan kebutuhan pendinginan, fumigasi, lashing, crane, trucking, atau jadwal bongkar yang ketat.

Container bukan selalu pilihan terbaik untuk semua kargo

Untuk muatan kecil, penggunaan satu container penuh atau Full Container Load (FCL) bisa jadi kurang efisien. Alternatifnya adalah Less than Container Load (LCL), yaitu pengiriman dengan berbagi ruang container bersama kargo lain.

Namun, FCL biasanya memberi kontrol lebih baik atas jadwal stuffing, keamanan muatan, dan risiko tercampur dengan barang pengirim lain. Pilihan terbaik tetap bergantung pada volume, urgensi, jenis kargo, serta tujuan pengiriman.

Kesimpulan

Container adalah fondasi penting dalam pengiriman kargo modern. Dry container cocok untuk barang umum, reefer untuk produk bersuhu terkontrol, open top dan flat rack untuk barang berdimensi khusus, sedangkan tank container digunakan untuk muatan cair atau bahan tertentu.

Pemilihan container yang tepat bukan hanya soal ukuran 20 feet atau 40 feet. Barang harus dianalisis dari berat, volume, bentuk, kondisi penyimpanan, dan rute pengirimannya. Dengan perencanaan yang tepat, pengiriman menjadi lebih aman, efisien, dan minim risiko biaya tambahan.

Butuh bantuan menentukan jenis container untuk kargo Anda? Konsultasikan detail barang, dimensi, berat, dan tujuan pengiriman kepada tim logistik sebelum jadwal pengiriman ditetapkan.

FAQ

Apa bedanya container dan kontainer?

Tidak ada perbedaan makna. “Container” adalah istilah bahasa Inggris, sedangkan “kontainer” adalah bentuk yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia.

Container 20 feet muat berapa ton?

Kapasitas beratnya bergantung pada spesifikasi container, batas berat bruto, regulasi rute, dan jenis kendaraan. Karena itu, berat muatan harus dikonfirmasi per pengiriman, bukan hanya berdasarkan ukuran container.

Kapan memakai container 40 feet?

Gunakan container 40 feet ketika muatan memiliki volume besar dan bobotnya masih berada dalam batas aman. Jenis ini sering dipakai untuk karton, furnitur, tekstil, dan produk manufaktur.

Apa itu reefer container?

Reefer container adalah container berpendingin yang digunakan untuk mengangkut barang dengan kebutuhan suhu terkontrol, seperti makanan beku, produk segar, dan produk farmasi tertentu.

Apakah semua barang bisa dikirim dengan dry container?

Tidak. Barang yang memerlukan suhu tertentu, berukuran oversized, berbentuk cair, atau termasuk barang berbahaya mungkin memerlukan jenis container dan penanganan khusus.

containerjenis containercontainer 20 feetcontainer 40 feetreefer containerpengiriman kargocargo laut

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp — kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
Hubungi BJA Logistic
1
TeleponWhatsApp