๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Pengetahuan Logistik & Kargo

9 Jenis Mobil Angkutan Barang & Fungsinya

ZahraOleh: Zahraยทยท7 menit baca
Mobil angkutan barang berbagai ukuran untuk kebutuhan distribusi dan logistik di Indonesia.

Mobil angkutan barang memiliki bentuk dan kapasitas yang berbeda sesuai kebutuhan pengiriman. Mulai dari pick-up untuk distribusi ringan hingga tronton dan trailer untuk muatan besar, setiap kendaraan memiliki fungsi dan batas penggunaan masing-masing. Artikel ini membahas jenis mobil angkutan barang, fungsi, kelebihan, kekurangan, hingga cara memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Jenis-Jenis Mobil Angkutan Barang dan Fungsinya

Pernah melihat pick-up mengantar barang ke toko, truk box membawa paket ke gudang, atau trailer mengangkut kontainer di jalan tol? Kendaraan-kendaraan tersebut termasuk mobil angkutan barang.

Dalam kegiatan logistik, setiap kendaraan memiliki fungsi yang berbeda. Pick-up lebih cocok untuk pengiriman dalam kota dengan muatan terbatas, sedangkan truk besar digunakan untuk membawa barang dalam jumlah dan berat yang lebih tinggi.

Memahami jenis kendaraan angkutan barang penting bagi pemilik usaha, perusahaan distribusi, maupun pelaku logistik agar kendaraan yang digunakan sesuai dengan jenis muatan dan rute pengiriman.

Apa Itu Mobil Angkutan Barang?

mobil angkutan barang adalah kendaraan yang dirancang atau digunakan untuk membawa barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Muatannya bisa berupa bahan makanan, produk manufaktur, perabotan, hasil pertanian, material bangunan, hingga barang yang membutuhkan penanganan khusus.

Ukuran dan bentuk kendaraan dibuat berbeda sesuai kebutuhan. Ada kendaraan yang dirancang untuk masuk ke jalan sempit, ada yang memiliki bak tertutup, dan ada pula yang mampu membawa kontainer dalam perjalanan jarak jauh.

Jenis-Jenis Mobil Angkutan Barang

Berikut beberapa jenis kendaraan angkutan barang yang umum digunakan di Indonesia.

1. Pick-Up

Pick-up merupakan kendaraan angkutan ringan yang banyak digunakan oleh UMKM, toko, distributor, dan jasa pengiriman dalam kota.

Kendaraan ini cocok untuk:

  1. Mengirim barang dagangan.
  2. Mengangkut hasil pertanian.
  3. Distribusi barang dalam jarak dekat.
  4. Mengirim peralatan atau perlengkapan usaha.

Contoh kendaraan yang sering digunakan antara lain Mitsubishi L300, Suzuki Carry, dan Daihatsu Gran Max.

kelebihan: mudah bermanuver, cocok untuk jalan perkotaan, dan biaya operasional relatif terjangkau.

Keterbatasan: kapasitas muatan lebih kecil sehingga kurang sesuai untuk barang dalam jumlah besar atau perjalanan dengan beban berat.

Baca juga: 10 Jenis Alat Berat dan Fungsinya

2. Box Truck

Truk box memiliki ruang muatan tertutup sehingga barang lebih terlindungi dari hujan, panas, debu, dan kondisi luar selama perjalanan.

Jenis kendaraan ini banyak digunakan untuk:

  1. Distribusi barang retail.
  2. Pengiriman paket.
  3. Produk makanan kemasan.
  4. Peralatan elektronik.
  5. Barang pindahan.

Beberapa kendaraan yang dapat digunakan sebagai basis truk box antara lain Isuzu ELF dan Hino Dutro.

kelebihan: barang lebih terlindungi selama perjalanan.

Keterbatasan; dimensi kendaraan lebih besar sehingga tidak selalu cocok untuk jalan sempit atau area dengan akses terbatas.

3. Truk Engkel

Truk engkel merupakan truk ringan dengan satu sumbu roda di bagian depan dan satu sumbu di bagian belakang. Kendaraan ini banyak digunakan untuk distribusi barang di dalam maupun antarkota.

Truk engkel dapat digunakan untuk membawa:

  1. Barang kebutuhan toko.
  2. Material ringan.
  3. Produk manufaktur.
  4. Barang ekspedisi.
  5. Hasil pertanian.

Contoh yang umum ditemui adalah Mitsubishi Canter dan Hino 110 SD.

kelebihan: kapasitas lebih besar dibandingkan pick-up, tetapi masih cukup mudah digunakan di area perkotaan.

Keterbatasan: kapasitasnya tetap terbatas jika dibandingkan dengan truk yang memiliki dimensi lebih besar.

4. Truk Double Engkel

Double engkel memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan truk engkel. Di Indonesia, istilah ini sering digunakan untuk menyebut truk dengan konfigurasi roda yang lebih besar dan kemampuan membawa muatan lebih tinggi.

Kendaraan ini banyak digunakan untuk distribusi antarkota, bahan bangunan, hasil industri, dan barang dengan volume cukup besar.

kelebihan: mampu membawa muatan lebih banyak dibandingkan truk ringan.

Keterbatasan: membutuhkan ruang jalan yang lebih luas dan kurang fleksibel untuk masuk ke kawasan dengan akses sempit.

5. Tronton

Tronton merupakan kendaraan angkutan berat dengan tiga sumbu roda. Kendaraan ini digunakan untuk membawa muatan dalam jumlah besar dan perjalanan jarak jauh.

Penggunaannya antara lain untuk:

  1. Material konstruksi.
  2. Produk manufaktur.
  3. Barang proyek.
  4. Distribusi antarkota.
  5. Muatan berat lainnya.

kelebihan: kapasitas angkut jauh lebih besar dibandingkan truk ringan.

Keterbatasan: membutuhkan jalan dengan akses yang memadai dan harus mengikuti ketentuan mengenai dimensi serta batas muatan kendaraan.

6. Trailer dan Pengangkut Kontainer

Trailer menggunakan tractor head sebagai kendaraan penarik dan bagian trailer sebagai tempat membawa muatan. Salah satu penggunaannya yang paling umum adalah mengangkut kontainer dari atau menuju pelabuhan.

Kendaraan ini banyak digunakan dalam kegiatan:

  1. Ekspor dan impor.
  2. Distribusi kontainer.
  3. Pengiriman barang industri.
  4. Logistik antarkota dan antarpulau.

kelebihan: mampu membawa muatan berukuran besar dan kontainer.

Keterbatasan: membutuhkan area manuver yang luas dan tidak cocok untuk jalan sempit atau kawasan dengan akses terbatas.

7. Dump Truck

Dump truck memiliki bak yang dapat diangkat sehingga muatan dapat diturunkan dengan lebih cepat.

Kendaraan ini banyak digunakan untuk mengangkut:

  1. Pasir.
  2. Batu.
  3. Tanah.
  4. Material konstruksi.
  5. Hasil tambang tertentu.

kelebihan: proses bongkar muatan lebih cepat karena bak dapat dimiringkan.

Keterbatasan: kurang cocok untuk barang yang membutuhkan perlindungan dari cuaca atau barang yang mudah rusak.

8. Cold Truck

Cold truck merupakan kendaraan yang dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga barang tetap berada pada rentang suhu tertentu selama perjalanan.

Kendaraan ini digunakan untuk membawa barang seperti:

  1. Produk makanan beku.
  2. Daging dan hasil laut.
  3. Produk olahan yang membutuhkan suhu terkendali.
  4. Produk farmasi tertentu.

kelebihan: membantu menjaga kualitas barang yang sensitif terhadap perubahan suhu.

Keterbatasan: biaya pembelian dan operasional lebih tinggi karena membutuhkan sistem pendingin serta perawatan khusus.

9. Wing Box

Wing box memiliki sisi bak yang dapat dibuka ke atas seperti sayap. Desain ini membuat proses bongkar muat dari sisi kendaraan menjadi lebih mudah.

Wing box banyak digunakan untuk:

  1. Distribusi retail.
  2. Pengiriman barang antargudang.
  3. Barang elektronik.
  4. Produk manufaktur.
  5. Distribusi dalam jumlah besar.

kelebihan: akses ke ruang muatan lebih luas sehingga proses bongkar muat dapat dilakukan dari beberapa sisi.

Keterbatasan: dimensi kendaraan cukup besar dan biaya operasionalnya lebih tinggi dibandingkan kendaraan angkutan ringan.

Potensi Angkutan Barang di Indonesia

Kebutuhan kendaraan angkutan barang mengikuti aktivitas perdagangan dan distribusi. Ketika volume barang yang diproduksi dan diperdagangkan meningkat, kebutuhan terhadap armada pengangkutan juga ikut bertambah.

Beberapa sektor yang banyak menggunakan kendaraan angkutan barang antara lain:

E-commerce

Pertumbuhan transaksi online membuat barang harus berpindah dari gudang ke pusat distribusi, agen, hingga alamat pelanggan.

Manufaktur

Pabrik membutuhkan kendaraan untuk membawa bahan baku sekaligus mendistribusikan produk jadi ke gudang atau pelanggan.

Pertanian dan Perikanan

Hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan membutuhkan kendaraan yang sesuai dengan karakter barang dan kondisi perjalanan.

Cold Chain

Produk yang membutuhkan suhu terkendali memerlukan kendaraan khusus agar kualitas barang tetap terjaga selama distribusi.

UMKM

Banyak usaha kecil menggunakan pick-up atau kendaraan ringan untuk mengirim produk dari tempat produksi ke toko, pasar, gudang, maupun pelanggan.

Tantangan dalam Angkutan Barang

Menjalankan kendaraan angkutan barang bukan hanya soal memiliki armada. Biaya bahan bakar, perawatan, kondisi jalan, waktu tempuh, hingga aturan mengenai muatan turut memengaruhi biaya operasional.

Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  1. Harga bahan bakar dan biaya operasional.
  2. Perawatan kendaraan.
  3. Kemacetan di jalur distribusi.
  4. Kondisi jalan.
  5. Risiko kerusakan barang.
  6. Pengaturan jadwal pengiriman.
  7. Batas dimensi dan muatan kendaraan.
  8. Ketersediaan pengemudi yang berpengalaman.

Karena itu, pemilihan kendaraan sebaiknya tidak hanya berdasarkan kapasitas terbesar. Kendaraan harus disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya.

Tips Memilih Mobil Angkutan Barang

Sebelum membeli atau menyewa kendaraan, perhatikan beberapa hal berikut.

1. Jenis barang

Tentukan apakah barang membutuhkan bak terbuka, ruang tertutup, atau sistem pendingin.

2. Berat dan volume muatan

Jangan hanya melihat ukuran barang. Perhitungkan juga berat total agar kendaraan sesuai dengan kebutuhan pengangkutan.

3. Rute pengiriman

Kendaraan untuk distribusi dalam kota tentu berbeda dengan kendaraan yang digunakan untuk perjalanan antarkota atau menuju kawasan industri.

4. Biaya operasional

Perhitungkan konsumsi bahan bakar, biaya servis, ban, pajak, dan kebutuhan perawatan lainnya.

5. Ketersediaan suku cadang

Kendaraan dengan jaringan servis dan suku cadang yang mudah ditemukan akan lebih membantu menjaga operasional tetap berjalan.

Jenis Kendaraan dan Produsen yang Banyak Digunakan

Pasar kendaraan niaga di Indonesia cukup beragam. Beberapa produsen yang dikenal memiliki lini kendaraan komersial antara lain Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu, Suzuki, Daihatsu, Toyota, Mercedes-Benz, Volvo Trucks, dan Scania.

Namun, perlu dibedakan antara produsen kendaraan dan karoseri.

Produsen biasanya menyediakan chassis dan mesin, sedangkan karoseri membuat atau memodifikasi bagian bodi sesuai kebutuhan, misalnya menjadi box, wing box, dump, atau kendaraan berpendingin.

Untuk kendaraan seperti cold truck dan wing box, konfigurasi akhirnya dapat berbeda karena bodi kendaraan biasanya dibuat sesuai spesifikasi dan kebutuhan operasional perusahaan.

Mobil Angkutan Barang dan Perannya dalam Distribusi

Setiap kendaraan memiliki fungsi yang berbeda. Pick-up dapat menjadi pilihan untuk distribusi ringan dan menjangkau area yang sempit. Truk box cocok untuk barang yang membutuhkan ruang tertutup. Sementara itu, tronton dan trailer digunakan ketika volume atau berat muatan jauh lebih besar.

Dalam rantai logistik, kendaraan angkutan barang menjadi penghubung antara pabrik, gudang, distributor, toko, pelabuhan, hingga pelanggan akhir.

Karena itu, memilih kendaraan yang tepat bukan sekadar soal ukuran atau kapasitas. Jenis barang, berat muatan, jarak tempuh, kondisi jalan, kebutuhan bongkar muat, dan biaya operasional semuanya perlu dipertimbangkan sebelum menentukan armada.  

logistik
Zahra

Ditulis oleh

Zahra

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
Hubungi BJA Logistic
1
TeleponWhatsApp