๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ๐Ÿšซ TIDAK MENERIMA PENGIRIMAN HEWAN HIDUP & FROZEN FOOD ๐Ÿšซ
Marketing

8 Jenis Iklan Konvensional yang Masih Banyak Digunakan

ZahraOleh: Zahraยทยท5 menit baca
Iklan konvensional di Indonesia seperti billboard, spanduk, brosur, televisi, dan radio

Iklan konvensional masih digunakan banyak bisnis di Indonesia, mulai dari televisi, radio, koran, billboard, spanduk, hingga brosur. Kenali jenis, kelebihan, dan alasan media iklan tersebut tetap relevan di tengah perkembangan digital marketing.

8 Jenis Iklan Konvensional yang Masih Digunakan di Indonesia

Di tengah maraknya digital marketing, iklan melalui Google, media sosial, dan berbagai platform online, iklan konvensional ternyata belum benar-benar ditinggalkan.

Televisi, radio, koran, billboard, hingga brosur masih bisa ditemukan dalam aktivitas pemasaran sehari-hari. Bagi perusahaan maupun bisnis lokal, media tersebut tetap punya fungsi penting, terutama untuk menjangkau masyarakat yang tidak selalu aktif di internet.

Berikut beberapa jenis iklan konvensional yang masih digunakan di Indonesia.

1. Iklan Televisi

Televisi masih menjadi salah satu media iklan yang memiliki jangkauan luas. Meskipun banyak orang kini beralih ke YouTube, TikTok, dan platform streaming, televisi tetap digunakan oleh banyak keluarga di Indonesia.

Iklan televisi juga punya kelebihan dari sisi penyampaian pesan karena bisa menggabungkan gambar, suara, musik, dan cerita dalam satu tayangan.

Mengapa masih digunakan?

  1. Bisa menjangkau penonton dalam jumlah besar.
  2. Pesan lebih mudah dikemas dalam bentuk visual dan cerita.
  3. Cocok untuk membangun pengenalan merek.
  4. Masih efektif untuk produk yang menyasar pasar massal.

Contoh: iklan produk makanan, minuman, layanan keuangan, kendaraan, hingga kebutuhan rumah tangga.

2. Iklan Radio

Radio mungkin tidak sepopuler media sosial, tetapi keberadaannya masih cukup kuat di sejumlah daerah. Radio lokal biasanya memiliki pendengar yang cukup spesifik sehingga dapat dimanfaatkan untuk promosi bisnis di wilayah tertentu.

Keunggulan iklan radio:

  1. Biaya relatif lebih terjangkau dibandingkan televisi.
  2. Bisa menyasar pendengar berdasarkan wilayah.
  3. Cocok untuk promosi toko, restoran, acara, dan layanan lokal.
  4. Pesan dapat disampaikan berulang kali dalam sehari.

Contoh: promosi pembukaan toko baru, diskon restoran, event daerah, atau layanan jasa di kota tertentu.

3. Iklan Cetak: Koran dan Majalah

Koran dan majalah memang tidak lagi menjadi pilihan utama seperti dulu. Namun, media cetak masih memiliki pembaca dan tetap digunakan untuk kebutuhan promosi tertentu.

Koran lokal, misalnya, masih dapat menjadi media yang relevan bagi bisnis yang ingin menyasar pembaca di wilayah tertentu.

Kelebihan iklan cetak:

  1. Informasi dapat disampaikan lebih lengkap.
  2. Pembaca bisa menyimpan atau membaca kembali iklan.
  3. Cocok untuk pengumuman, properti, lowongan, hingga promosi bisnis.
  4. Bisa menyasar pembaca berdasarkan jenis publikasinya.

Contoh: iklan properti, kendaraan, lowongan pekerjaan, produk perusahaan, atau pengumuman bisnis.

4. Billboard dan Baliho

Billboard dan baliho mudah ditemukan di jalan utama, kawasan pusat kota, persimpangan, hingga area yang ramai dilalui kendaraan.

Ukurannya yang besar membuat media ini mudah terlihat, terutama ketika ditempatkan di lokasi dengan lalu lintas tinggi.

Kelebihan media luar ruang:

  1. Bisa dilihat banyak orang setiap hari.
  2. Tidak bergantung pada koneksi internet.
  3. Cocok untuk membangun brand awareness.
  4. Pesan dapat ditampilkan secara singkat dan langsung.

Contoh: iklan kendaraan, properti, layanan perbankan, operator telekomunikasi, makanan, dan berbagai produk konsumen.

5. Spanduk dan Banner

Jika billboard membutuhkan biaya dan lokasi khusus, spanduk serta banner jauh lebih sederhana. Media ini banyak digunakan oleh UMKM, toko, restoran, sekolah, komunitas, hingga penyelenggara acara.

Spanduk bisa dipasang di depan toko, pinggir jalan, area pasar, atau lokasi acara.

Kelebihan:

  1. Biaya produksi relatif murah.
  2. Mudah dibuat sesuai kebutuhan bisnis.
  3. Bisa dipasang di berbagai lokasi.
  4. Cocok untuk promosi jangka pendek maupun jangka panjang.

Contoh: spanduk promo pembukaan toko, diskon, jasa laundry, restoran, ekspedisi, hingga informasi acara.

6. Brosur dan Pamflet

Brosur masih sering digunakan dalam kegiatan promosi yang membutuhkan informasi lebih lengkap. Media ini biasanya dibagikan secara langsung kepada calon pelanggan atau ditempatkan di lokasi yang ramai.

Brosur juga cukup umum digunakan dalam pameran, bazar, kampus expo, pameran properti, dan kegiatan promosi lainnya.

Keunggulan brosur:

  1. Informasi produk bisa dibuat lebih detail.
  2. Mudah dibawa oleh calon pelanggan.
  3. Bisa mencantumkan alamat, nomor kontak, harga, dan promo.
  4. Cocok untuk promosi yang membutuhkan penjelasan produk.

Contoh: brosur perumahan, sekolah, universitas, paket wisata, layanan kesehatan, hingga produk dan jasa perusahaan.

7. Iklan di Transportasi Umum

Transportasi umum juga dapat menjadi media untuk memasang iklan. Bentuknya beragam, mulai dari poster di dalam kendaraan hingga branding pada bagian luar kendaraan.

Media ini menarik karena iklan ikut berpindah mengikuti rute kendaraan sehingga dapat dilihat oleh orang di berbagai lokasi.

Keunggulan:

  1. Memiliki jangkauan visual yang cukup luas.
  2. Bisa menyasar area atau rute tertentu.
  3. Cocok untuk membangun pengenalan merek.
  4. Pesan dapat dilihat berulang kali oleh pengguna jalan.

Contoh: iklan pada bus, kereta, angkutan kota, maupun kendaraan umum lainnya.

8. Iklan Stiker pada Kendaraan Pribadi dan Ojol

Stiker pada kendaraan menjadi salah satu pilihan promosi yang relatif sederhana. Iklan dapat ditempel pada mobil operasional perusahaan, kendaraan pribadi, maupun kendaraan yang digunakan oleh pengemudi ojek online.

Selama kendaraan digunakan untuk beraktivitas, pesan iklan ikut berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Keunggulan:

  1. Biaya dapat disesuaikan dengan ukuran dan jenis pemasangan.
  2. Kendaraan berfungsi sebagai media promosi yang bergerak.
  3. Cocok untuk bisnis yang ingin dikenal di area tertentu.
  4. Bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu.

Contoh: branding kendaraan perusahaan, promosi restoran, layanan ekspedisi, bengkel, aplikasi, hingga usaha lokal.

Kenapa Iklan Konvensional Masih Relevan?

Kehadiran media digital memang mengubah cara perusahaan beriklan, tetapi bukan berarti semua media konvensional kehilangan fungsi.

Ada beberapa alasan mengapa media seperti televisi, radio, billboard, dan spanduk masih dipakai.

1. Jangkauan masyarakat yang berbeda

Tidak semua calon pelanggan memiliki kebiasaan menggunakan internet dengan cara yang sama. Karena itu, bisnis yang ingin menjangkau pasar lebih luas tidak selalu bisa hanya mengandalkan media digital.

2. Kebiasaan mengonsumsi media

Sebagian masyarakat masih terbiasa mendapatkan informasi dari televisi, radio, koran, atau media luar ruang. Kebiasaan tersebut membuat media konvensional tetap memiliki audiens.

3. Mudah terlihat di ruang publik

Billboard, baliho, spanduk, dan branding kendaraan dapat dilihat langsung ketika seseorang berada di jalan, pusat kota, pasar, atau tempat umum lainnya.

4. Bisa memperkuat brand

Media konvensional dapat digunakan untuk memperkuat keberadaan sebuah merek. Ketika seseorang melihat nama dan identitas bisnis secara berulang, merek tersebut menjadi lebih mudah dikenali.

Iklan Konvensional dan Digital Bisa Berjalan Bersama

Iklan konvensional tidak harus diposisikan sebagai lawan dari digital marketing. Keduanya justru bisa digunakan secara bersamaan.

Misalnya, sebuah perusahaan memasang billboard di jalan utama kemudian mengarahkan calon pelanggan ke website atau media sosial melalui QR code. Begitu juga dengan brosur yang mencantumkan nomor WhatsApp, alamat website, atau akun media sosial.

Dengan cara tersebut, media konvensional berfungsi menarik perhatian secara langsung, sementara media digital membantu calon pelanggan mendapatkan informasi lebih lanjut.

Jadi, iklan konvensional masih punya tempat dalam strategi pemasaran. Pilihan medianya tinggal disesuaikan dengan target pasar, lokasi, jenis produk, dan tujuan promosi.

Saat melihat iklan di televisi, billboard di jalan, brosur di pusat perbelanjaan, atau stiker promosi pada kendaraan, sebenarnya kita sedang melihat bagian dari strategi pemasaran yang masih digunakan banyak bisnis hingga sekarang.

 

iklan konvensional
Zahra

Ditulis oleh

Zahra

Content Writer

Siap Kirim Barang?

Chat tim BJA Logistic via WhatsApp โ€” kami siap bantu dari cek ongkir hingga tracking resi.

Chat via WhatsApp
Hubungi BJA Logistic
1
TeleponWhatsApp